SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya melakukan kunjungan ke SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara di Desa Kubutambahan, Buleleng.
Ini pertama kalinya bagi Mahendra Jaya menginjakkan kaki ke sekolah yang dikhususkan bagi warga miskin di Bali itu.
Mahendra Jaya mengunjungi sekolah tersebut, setelah ia mengembalikan sistem rekrutmen dan sistem pendidikan sekolah itu menjadi sekolah berasrama bagi masyarakat miskin. Sistem itu berlaku mulai tahun ajaran 2024-2025.
Sebelumnya, sistem pendidikan dan rekrutmen di sekolah itu menggunakan sistem zonasi. Sistem itu diberlakukan mantan Gubernur Bali Wayan Koster. Namun hanya berlaku sealam dua tahun.
Kehadiran Pj. Gubernur Mahendra Jaya beserta rombongan disambut Kepala SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, bersama Kepala SMKN Bali Mandara, Ketut Susila Widiarsana.
Kepala SMA Negeri Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati, dalam sambutannya mengungkapkan, saat ini sekolah menerapkan dua sistem pendidikan. Yakni sistem reguler untuk siswa kelas XI dan XII, serta pendidikan berasrama untuk siswa kelas X.
“Sekolah ini memberikan akses kepada siswa-siswi tamatan SMP/MTs di Provinsi Bali yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah," ungkapnya.
Sri menjelaskan, seluruh siswa kelas X mendapatkan beasiswa pendidikan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.
Sri mengungkapkan, siswa di sekolah tersebut diajak berani bermimpi. Mereka menuliskan tujuan hidup, cita-cita dan impian mereka.
Selanjutnya impian itu dituliskan pada selembar kertas yang ke dimasukkan ke dalam botol kecil. Botol itu kemudian disebut disebut 'time capsule'.
“Botol itu kemudian kami simpan dalam kotak yang disebut 'The Calling Chest'. Itulah yang mereka kejar selama tiga tahun menjadi murid di sekolah ini," jelas Sri.
Sementara itu Pj. Gubernur Bali, Mahendra Jaya mengaku kagum dengan keberadaan SMA serta SMK Bali Mandara. Ia menilai sekolah tersebut berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik nasional maupun internasional.
"Saya sangat bangga dengan para guru dan siswa-siswi SMA/SMK Negeri Bali Mandara yang luar biasa. Pertama kali menginjakkan kaki di sini, saya disambut dengan sangat baik,” ujarnya.
Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, Mahendra Jaya menyatakan bahwa Sekolah Bali Mandara pantas menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya.
Ia pun mendorong agar seluruh siswa terus belajar meraih mimpi mereka. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesejahteraan keluarga.
"Raih mimpi kalian. Memang prosesnya tidak mudah, tapi harus diperjuangkan,” tegasnya.
Lewat pola asuh dan sistem pendidikan berasrama, pria yang juga purnawirawan Polri itu yakin siswa di sekolah tersebut akan menjadi calon pemimpin Bali di masa mendatang.
"Saya berharap dan yakin setelah melihat langsung pola asuh dan pendidikan di sini, mereka mampu menerima tongkat estafet untuk menjaga Bali, menjaga warisan budaya Bali,” ungkapnya.
Dengan pendidikan yang diberikan di Sekolah Bali Mandara, ia berharap seluruh siswa dapat memberikan kontribusi terbaik sehingga mampu mengubah status sosial ekonomi keluarga mereka. Sekaligus memberikan sumbangsih nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya