Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa Hindu di Buleleng Siap Turun Tangan. Bantu Tangani Siswa SMP Belum Bisa Baca Tulis

Eka Prasetya • Selasa, 22 April 2025 | 16:16 WIB

 

BELAJAR MEMBACA: Mahasiswa Hindu yang tergabung di KMHDI Buleleng saat menggelar program KMHDI Mengajar di Desa Pejarakan beberapa waktu lalu.
BELAJAR MEMBACA: Mahasiswa Hindu yang tergabung di KMHDI Buleleng saat menggelar program KMHDI Mengajar di Desa Pejarakan beberapa waktu lalu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Fakta mencengangkan soal masih adanya ratusan siswa SMP di Buleleng yang belum bisa membaca dan menulis, menjadi perhatian berbagai pihak.

Termasuk dari para pemuda yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Kabupaten Buleleng. 

Para mahasiswa Hindu di Buleleng kini bersiap menggelar program sosial bertajuk KMHDI Mengajar. 

Ketua Pimpinan Cabang KMHDI Buleleng, Tri Budi Santoso mengatakan, program KMHDI Mengajar merupakan program yang selama ini bersifat rutin. Biasanya menyasar siswa sekolah dasar.

Seiring dengan temuan siswa SMP yang belum bisa membaca, maka KMHDI Buleleng akan menyusun program agar lebih tepat sasaran. Sekaligus berdampak langsung kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Program ini kami gelar setiap tahun. Tapi melihat kondisi darurat calistung (baca, tulis, hitung) yang muncul di Buleleng, kami merasa perlu mengarahkan energi lebih besar untuk menyasar langsung siswa yang belum menguasai keterampilan dasar tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Darurat Baca Tulis! Undiksha Kerahkan Tim Dosen dan Mahasiswa ke Sekolah

Sebagai catatan, beberapa tahun belakangan, KMHDI Buleleng gencar melakukan program KMHDI Mengajar.

Program tersebut sempat terlaksana di Desa Pejarakan dan Desa Tinga-Tinga pada tahun 2019 lalu.

Program serupa juga dilaksanakan pada tahun 2022 di Desa Temukus. Bahkan saat itu, program berlangsung selama setahun penuh.

Tahun ini, KMHDI Buleleng berjanji memfokuskan program kegiatan untuk membantu siswa SMP yang masih terkendala dengan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung.

Pihaknya pun membuka peluang kolaborasi dengan kalangan mahasiswa di Buleleng yang ingin terlibat menjadi relawan pengajar.

“Ini bukan hanya soal kegiatan sosial, tapi bentuk tanggung jawab moral kami terhadap masa depan pendidikan di daerah,” tegasnya.

Asal tahu saja, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mengungkap ada 363 orang siswa SMP di Buleleng yang diduga belum bisa membaca dan menulis.

Sebanyak 155 orang siswa diantaranya tidak bisa membaca sama sekali. Selain itu, ada 208 orang siswa yang tidak lancar membaca.

Meski tidak bisa membaca, siswa-siswa tersebut fasih menggunakan ponsel. Bahkan lancar bersosial media. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #smp #menulis #mahasiswa #calistung #pendidikan #KMHDI #buleleng #siswa #membaca