SINGARAJA-Bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024 kini semakin hangat.
Tidak hanya Bakal Calon Bupati (Bacabup) saja yang menjadi perbincangan, tetapi sosok Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) juga ikut terseret dalam berbagai obrolan masyarakat.
Pilkada Buleleng akan berlangsung pada 27 November 2024. Pada tanggal itu, masyarakat Bali utara akan memilih Pasangan Calon (paslon) yang dirasa pantas memimpin Buleleng.
Jika sebelumnya, ramai diperbincangkan sosok-sosok yang akan didapuk mengisi slot Buleleng 1 atau Calon Bupati (Cabup), kini ramai juga diperbincangkan sosok yang akan mengisi slot Buleleng 2 atau Calon Wakil Buleleng (Cawabup).
Nama Nyoman Arya Astawa atau yang akrab dikenal Mang Dauh menjadi sosok yang digadang-gadang bisa menjadi cawabup di Pilkada Buleleng.
Namanya juga kerap kali disandingkan dengan I Nyoman Sutjidra yang notabeneWakil Bupati Buleleng periode 2012-2022.
Menanggapi namanya yang dijagokan untuk bertarung di pilkada, Mang Dauh mengaku tak menampik masyarakat maupun elemen masyarakat memberikan dukungan kepadanya.
Apalagi ia yang merupakan pelaku pariwisata di Buleleng, diberikan harapan untuk bisa lebih memajukan sektor tersebut. Dengan harapan, pariwisata di Buleleng dapat berkembang dan bermanfaat bagi ekonomi, serta berdampak di segala bidang.
“Saya idamkan pariwisata yang berintegritas, yang berkolaborasi dengan beberapa sektor terutama pertanian juga UMKM, dan bahkan peternakan bisa kolaborasi. Termasuk sport tourism,” ujarnya pada Kamis (11/4) siang.
Menurutnya, jika sektor pariwisata di Buleleng sudah terkonsep dalam sebuah rencana yang besar, tentu akan membuat semua sektor yang bersangkutan berjalan dengan lancar.
“Dengan konsep dan implementasi yang bagus ke depan dan niatan tulus, kita yakin bisa bangun pawrisata Buleleng. Itu belum terjadi,” kritik singkat pria asal Desa Kaliasem itu.
Mengenai Pilkada Buleleng, Mang Dauh mengaku mengembalikan semua keputusan dan perjalanan kepada masyarakat dan kehendak alam.
Secara bijak, ia menyebutkan bahwa jabatan hanya sementara. Namun bila dikehendaki, tentu akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat.
“Kalau memang alam berkehendak, karena jabatan itu hanya sementara, akan saya jalani. Tentu dengan mencintai dan membangun Buleleng kembali,” ujarnya.
Namanya yang digadang-gadang berpaket dengan Sutjidra, Mang Dauh menyampaikan bila ia akan mengikuti seluruh proses perjalanan politik ibarat air mengalir. Tentu juga ia ingin ikut membangun Buleleng, bukan sekedar menjadi ban serep.
Meski begitu, pria yang masih keluarga dengan Ketut Widana (Anggota DPRD Buleleng) mengaku akan selektif menerima pinangan dari calon-calon yang ada di Buleleng, untuk kesamaan visi dan misinya. Juga dengan partai-partai pengusung.
“Bagai air mengalir, kalau memang harus saya menerima mandat dari siapapun, tentu harus jelas. Supaya nanti saya juga bisa bermanfaat untuk masyarakat Buleleng,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak