SINGARAJA-Pertemuan Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel se-Kabupaten Buleleng dengan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dianggap sebagian publik sebagai pertemuan yang bernuansa politik.
Tetapi spekulasi yang bermunculan itu dibantah, karena tujuan pertemuan itu murni beraudiensi.
Ketua Forkom Perbekel Buleleng, Ketut Suka menjelaskan datangnya 129 perbekel se-Buleleng itu bertemu dengan Giri Prasta pada Jumat (12/4), merupakan tindak lanjut dari penyerahan hibah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung ke Kabupaten Buleleng, pada Jumat (5/4) lalu.
Saat penyerahan hibah di Gedung Kesenian Gde Manik, Giri Prasta menyatakan siap memberikan bantuan hibah berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp 1 miliar per desa di Buleleng, apabila ada keinginan dan komitmen dari desa-desa di Bali utara.
Sehingga, lanjut Suka, hal itulah yang kembali dibahas oleh 129 perbekel se-Buleleng bersama dengan Giri Prasta pada Jumat lalu di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung. Sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka ambil bersama.
“Biar tidak ada opini berbeda, kami ke sana tidak ada nuansa politik. Selama kegiatan tidak ada bicara masalah itu. Kami murni audiensi untuk tindak lanjut penyerahan hibah di Gedung Kesenian beberapa waktu lalu,” ujarnya pada Selasa (16/4).
Suka melanjutkan, para perbekel sepakat bahwa Badung dengan kabupaten terkaya di Bali, membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya bisa dinikmati masyarakat lainnya.
Hal itu juga sesuai dengan harapan dan permintaan dari Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana agar tidak hanya kelompok yang mendapatkan bantuan, tetapi juga desa-desa yang ada.
Sehingga bila terealisasi, bantuan yang diterima rencananya akan ada yang membangun kantor desa sampai membuat program-program untuk kemajuan desa dan masyarakatnya.
“Sebagai kabupaten terkaya, sangat wajar Badung berbagi untuk kabupaten lain yang PAD-nya rendah. Para perbekel sepakat, karena sangat memungkinkan desa membutuhkan hibah itu,” tambah Perbekel Desa Kalibukbuk itu. ***
Editor : Donny Tabelak