RadarBuleleng.id - Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry terus bergerilya dukungan berebut tiket sebagai calon Bupati Buleleng.
Sugawa Korry berambisi ikut berkompetisi sebagai calon bupati Buleleng pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng yang digelar pada 27 November lalu.
Nama Sugawa Korry disebut hampir pasti diusung sebagai calon Bupati Buleleng oleh Partai Golkar.
Kendati punya tiket emas, dia masih bergerilya dukungan. Buktinya pada Selasa (7/5/2024) lalu, Sugawa Korry mendaftar sebagai calon Bupati Buleleng lewat Partai Nasional Demokrat.
Sugawa Korry juga sempat menggalang koalisi dengan beberapa partai politik lain. Diantaranya Partai Gerindra.
Buktinya Sugawa Korry belum lama ini bertemu dengan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya.
Selain itu dia juga ikut makan siang bersama Ketua DPW Nasdem Bali, Julie S. Laiskodat, di Sekretariat DPW Nasdem Bali pada Selasa (14/5/2024.
Terbaru, Sugawa Korry menggalang koalisi dengan Partai Demokrat. Kemarin (18/5/2024), Sugawa Korry datang ke DPD Demokrat Bali di Jalan Ir. H. Djuanda, Renon. Dia ikut melamar sebagai calon Bupati Buleleng.
Kedatangan Sugawa Korry didampingi Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, Ketut Susila Umbara.
Kepada wartawan, Sugawa Korry menerangkan dirinya sengaja mendaftar ke Partai Demokrat.
Salah satu pertimbangannya adalah Demokrat merupakan partai yang turut mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 lalu.
Ia berharap Partai Demokrat juga ikut mengusung dirinya sebagai calon Bupati Buleleng pada Pilkada Buleleng 2024.
Pria asal Desa Banyuatis itu mengaku ingin mempertahankan koalisi yang telah berlangsung di Koalisi Indonesia Maju. Bahkan tak menutup kemungkinan, terbangun koalisi yang lebih besar.
"Bukan saja Demokrat, Nasdem pun kami mendaftar. Apabila Gerindra dan partai lain membuka pendaftaran kami juga akan ikut serta. Sehingga dengan demikian dari awal telah terjalin komunikasi yang baik dan santun. Kemudian, yang memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat Buleleng. Menyongsong perubahan melalui pilkada serentak 2024," jelasnya.
Sugawa mengaku percaya diri maju sebagai calon Bupati Buleleng, karena adanya perubahan pandangan politik di Buleleng.
Indikatornya, pasangan Prabowo-Gibran menang di Bumi Denbukit. Padahal sebelumnya Prabowo-Gibran diprediksi mustahil menang di Bali, terkhusus di Buleleng.
"Dipikirkan hampir tidak mungkin. Faktanya Prabowo-Gibran di Buleleng 54 persen. Karena apa? memang masyarakat kami melihat dan masyarakat sudah sangat berkeinginan terjadi perubahan di bidang politik. Termasuk harapan diletakkan di kepemimpinan Prabowo-Gibran. Misalkan bandara di Bali Utara pengembangan kawasan Celukan Bawang. Kemudian tol Badung, Jembrana-Buleleng," bebernya.
Baca Juga: Pilkada Buleleng 2024, Golkar Akan Usung Sugawa Korry
Lebih lanjut dikatakan, pembangunan tersebut tidak mungkin dilakukan seorang bupati dan wakil bupati. Namun, bisa dilakukan kalau terkoneksi dengan kebijakan pusat, yakni presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran.
Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, Ketut Susila Umbara menegaskan hanya Sugawa Korry satu-satunya calon dari Golkar yang melalui mekanisme partai. Mekanisme yang dimaksud ialah penugasan partai.
"Beberapa kader Golkar kami usulkan ke pusat sebagai fungsionaris dalam pilkada nanti sebagai calon dan wakil bupati. Di tingkat kabupaten kami mengusulkan beberapa kader termasuk Sugawa Korry. Kemudian berproses sehingga pada akhirnya hanya Pak Sugawa Korry mengikuti mekanisme yang ada di Partai Golkar. Karena mekanisme harus menggunakan survei hanya Pak Sugawa Korry menggunakan mekanisme survei dan penugasan dari partai," terang Susila.
Selanjutnya, Golkar juga akan melaksanakan survei tahapan kedua , yakni Sugawa Korry dipaketkan dengan para bakal calon wakil bupati.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani menyatakan, telah menerima berkas-berkas yang diajukan oleh Sugawa Korry untuk mendaftar pilkada Buleleng.
Wanita yang akrab disapa Luhde itu mengakui Demokrat hanya memiliki 3 buah kursi di DPRD Buleleng. Kurang dari 20 persen syarat mengajukan calon kepala daerah.
Mau tidak mau, Demokrat harus membentuk koalisi. Dengan adanya kekuatan dari Golkar serta partai lain, ia pun optimistis bisa membentuk koalisi besar seperti saat Pilpres lalu.
"Setelah diterima pendaftaran ini akan berproses di internal partai. Kami memiliki tim 9 baik di DPP, provinsi dan kabupaten akan digodok oleh tim 9 kemudian akan mengikuti survei secara internal di Demokrat," jelasnya.
Luhde optimistis partai politik di Buleleng bisa membentuk koalisi gemuk. Apalagi Partai Nasdem juga memberikan sinyal bergabung untuk pilkada Buleleng.
"Sudah ada pertemuan dengan pimpinan dari provinsi," cetusnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya