SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bursa Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Buleleng hingga kini masih saru gremeng.
Sejumlah tokoh politik mulai melakukan manuver politik. Namun partai politik masih hati-hati menerbitkan rekomendasi.
Hingga kini belum ada partai politik yang menerbitkan rekomendasi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024.
PDI Perjuangan sebagai pemilik kursi terbesar di DPRD Buleleng juga belum mengeluarkan rekomendasi.
Kabarnya rekomendasi untuk kontestasi Pilkada Buleleng 2024 baru terbit pada akhir tahun nanti.
Baca Juga: Muncul Baliho Sutjidra-Supriatna di Buleleng, Supriatna Justru Minta Diturunkan. Begini Alasannya
Di PDI Perjuangan terdapat delapan orang yang mendaftarkan diri sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.
Belakangan salah satu paket yang mencuat adalah pasangan Gede Supriatna dan Ketut Ngurah Arya.
Supriatna merupakan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng. Dia juga menjabat sebagai Ketua DPRD Buleleng.
Sementara Ketut Ngurah Arya adalah Bendahara DPC PDI Perjuangan Buleleng. Pria yang akrab disapa Arya Bodo itu duduk sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Buleleng.
Baca Juga: PDIP Rebut Kursi Ketua DPRD Buleleng, Supriatna Berpeluang Hattrick Jadi Ketua Dewan
Sejumlah kader pun menyebut pasangan itu sebagai pasangan yang ideal. Sebab keduanya sama-sama berstatus kader cukup lama.
Salah satu kader PDI Perjuangan yang berani angkat bicara adalah Eka Kresnawan. Pria asal Desa Suwug itu menyebut paket Supriatna-Ngurah Arya merupakan paket ideal.
Eka beralasan keduanya merepresentasikan keseimbangan wilayah. Supriatna merupakan kader dari Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula. Sementara Ngurah Arya kader dari Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.
“Representasi Buleleng Timur dan Buleleng Barat terpenuhi. Selain itu mereka berdua kan kader yang benar-benar merangkak dari bawah,” katanya.
Selain itu, keduanya juga sama-sama meraih suara tertinggi di daerah pemilihannya masing-masing pada Pemilu 2024.
Gede Supriatna meraih 9.000 suara di Daerah Pemilihan Buleleng 4 - Kecamatan Tejakula. Sementara Ngurah Arya meraih 9.926 suara di Daerah Pemilihan Buleleng 5 - Kecamatan Gerokgak.
“Itu aspirasi dari teman-teman. Termasuk dari beberapa pengusaha dan masyarakat umum. Mereka juga banyak bergaul dengan masyarakat akar rumput,” katanya.
Baca Juga: PDIP dan Hanura Bertemu, Bahas Koalisi Pilkada Buleleng?
Eka mengaku dirinya sudah pernah menemui kedua politisi tersebut. Namun mereka memilih tidak banyak bicara terkait proses pencalonan.
Pria yang juga pengusaha kuliner itu menyebut dalam waktu dekat pihaknya juga akan datang ke DPD PDI Perjuangan Bali untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Kami akan ke DPD PDIP Bali juga untuk menyuarakan aspirasi kalangan muda di Buleleng terhadap tokoh-tokoh ini. Karena mereka banyak mendukung ekonomi kreatif,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna enggan menanggapi hal tersebut. Supriatna menyebut aspirasi tersebut sah-sah saja.
“Saya tidak mengomentari paket-paket calon. Itu sudah jadi kewenangan DPP. Biar nggak salah nanti,” kata Supriatna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya