SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng mulai khawatir dengan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Buleleng.
Betapa tidak, partisipasi pemilih pada ajang Pilkada selalu kurang memuaskan. Yakni di bawah angka 70 persen.
Sebagai perbandingan pada Pilkada Buleleng 2017, partisipasi pemilih hanya sebanyak 54 persen. Sedangkan pada Pilkada Bali 2018, partisipasi pemilih mencapai 58,06 persen.
Angka partisipasi pemilih hanya mampu tembus di angka 70 pada ajang Pemilu. Buktinya pada Pemilu 2019 partisipasi pemilih mencapai 73,17 persen, lalu naik menjadi 75,3 persen pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Pemilu 2024, Partisipasi Pemilih di Buleleng 75,3 Persen
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan, partisipasi pemilih di Buleleng bisa saja jeblok.
Penyebabnya dari pemilih sebanyak 595.577 orang yang tercantum dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), sekitar 40 persen diantaranya diperkirakan merantau ke luar Buleleng.
“Estimasi itu, hampir 40 persen merantau ke luar Buleleng. Kami ingin mereka yang ada di luar wilayah Buleleng bisa pulang memilih dan menyalurkan aspirasinya pada 27 November,” kata Dudhi.
Ia mengaku sudah berupaya menggugah partisipasi masyarakat pada Pilkada Buleleng. Caranya meluncurkan jargon “Mulih Milih ke Buleleng”.
Baca Juga: Minimnya Partisipasi Pemilih Disabilitas Jadi Sorotan Bawaslu Bali
Rencananya pihaknya juga akan memasang spanduk ajakan di beberapa kantong warga rantau yang tinggal di wilayah Denpasar dan Badung.
“Supaya bisa menggugah masyarakat Buleleng pulang melaksanakan pemilihan menyalurkan aspirasinya,” ujarnya.
Apabila partisipasi pemilih tinggi, praktis masyarakat punya hak yang lebih besar untuk menagih janji-janji yang ditujukan kepada pemimpin mereka di daerah.
Selain itu, ajang Pilkada Buleleng juga punya kredibilitas yang tinggi. Karena para pemilih menyalurkan hak suara mereka dengan baik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya