Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Usai Dipecat PDIP, Mantan Wakil Bupati Tabanan Berlabuh ke PSI. Langsung Ditunjuk jadi Ketua DPD

Juliadi Radar Bali • Rabu, 21 Januari 2026 | 10:17 WIB

 

GABUNG KANDANG GAJAH: Mantan Wakil Bupati Tabanan, Made Edi Wirawan kini gabung sebagai kader PSI.
GABUNG KANDANG GAJAH: Mantan Wakil Bupati Tabanan, Made Edi Wirawan kini gabung sebagai kader PSI.

RadarBuleleng.id – Mantan Wakil Bupati Tabanan periode 2019–2024, I Made Edi Wirawan, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah sebelumnya dipecat dari PDI Perjuangan (PDIP), partai yang telah membesarkan namanya selama lebih dari dua dekade.

Tak sekadar menjadi kader, eks politisi PDIP asal Desa Beraban, Kecamatan Kediri, itu langsung dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Tabanan.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Nomor 789/SK/DPP/2025 tentang pencabutan SK Nomor 097/SK/DPP/2020 sekaligus pengangkatan kepengurusan DPD PSI Kabupaten Tabanan.

Dikonfirmasi terpisah, Edi Wirawan membenarkan kabar kepindahannya ke PSI.

“Ya, saya sudah menjadi kader PSI dan Ketua DPD PSI Tabanan,” ujarnya ditemui, Selasa (20/1/2026).

Edi menegaskan keputusannya meninggalkan PDIP dan bergabung dengan PSI bukan tanpa pertimbangan. Ia mengaku tertarik karena visi dan misi PSI dinilai sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini diyakininya.

Ia juga mengungkapkan, setelah dikeluarkan dari PDIP Tabanan, banyak partai politik lain yang sempat mengajaknya bergabung.

“Hampir semua partai di luar PDIP melirik saya untuk ikut bergabung dan menawarkan posisi pimpinan,” ungkapnya.

Namun, setelah melalui proses pertimbangan panjang, Edi mengaku menemukan kecocokan dengan PSI. Salah satu faktor yang memperkuat keyakinannya adalah keberadaan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, yang disebutnya sebagai sosok pembina partai.

“Melihat visi-misi PSI dan ada sosok Jokowi yang sudah banyak dikenal masyarakat. Itulah yang sebenarnya membuat saya yakin untuk masuk partai PSI,” katanya.

Edi menegaskan keputusannya bergabung ke PSI juga telah mendapat restu dan dukungan keluarga. 

Meski kini dipercaya sebagai Ketua DPD PSI Tabanan, ia menyadari PSI masih tergolong partai baru yang membutuhkan kerja keras untuk membangun basis hingga ke tingkat akar rumput.

“Saya sadar PSI ini partai baru. Jadi harus kerja dan kerja. Sekarang struktur kepengurusan sudah terbentuk lengkap. Bahkan respons tokoh-tokoh di Tabanan cukup bagus, banyak yang ingin bergabung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepengurusan DPD PSI Tabanan dijadwalkan dilantik pada 24 Januari mendatang di Denpasar. Setelah pelantikan, agenda utama adalah melakukan sosialisasi dan konsolidasi ke tingkat DPC PSI di kecamatan-kecamatan.

“Kami akan turun langsung ke masyarakat, menyerap dan mendengar aspirasi mereka. Apa saja kepentingan masyarakat itu yang nantinya akan kami sampaikan kepada pemerintah,” tuturnya.

Disinggung soal target politik PSI di Tabanan, Edi menyebut pihaknya realistis namun optimistis. 

Ia menargetkan PSI Tabanan dapat ikut ambil bagian dalam perebutan kursi legislatif, meski menyadari dominasi PDIP yang saat ini menguasai sekitar 78,57 persen kursi DPRD Tabanan.

“Bertarung dengan PDIP bukan untuk saling sikut atau perang. Tapi untuk saling merangkul dan bersama-sama membangun Tabanan agar lebih maju,” bebernya.

Terkait anggapan kepindahannya ke PSI sebagai bentuk kekecewaan terhadap PDIP, Edi menegaskan dirinya adalah politisi yang ingin terus berjuang di tengah masyarakat.

“Saya masuk PSI sah-sah saja, itu hak politik. Saya berlabuh di PSI karena dibuang PDIP. Tujuan saya tetap sama, memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai catatan, I Made Edi Wirawan telah berkiprah selama 25 tahun di PDIP Tabanan. Ia pernah menjadi anggota DPRD Tabanan dan maju sebagai Wakil Bupati Tabanan pada Pilkada 2019 berpasangan dengan I Komang Gede Sanjaya. Pasangan tersebut terpilih memimpin Tabanan.

Namun pada Pilkada 2024, Edi tersingkir dari bursa pencalonan. PDIP Tabanan saat itu justru mengusung pasangan Sanjaya–I Made Dirga. Bahkan tak lama setelah Pilkada, Edi Wirawan langsung dipecat dari PDIP. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pdi perjuangan #partai solidaritas indonesia #dpp #pdip #Edi wirawan #partai politik #dpd #kader #konsolidasi #psi