Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wacana Duet De Gadjah–AWK di Pilgub Bali 2030 Mengemuka. De Gadjah: Belanda Masih Jauh

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 5 Mei 2026 | 07:29 WIB
TOKOH POLITIK: Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah (kiri) bersama Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (kanan) dalam sebuah acara. (Arya Wedakarna)
TOKOH POLITIK: Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah (kiri) bersama Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (kanan) dalam sebuah acara. (Arya Wedakarna)

 

RadarBuleleng.id - Ajang kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali baru akan berlangsung pada tahun 2029 mendatang.

Meski begitu, sejumlah nama tokoh mulai diperbincangkan. Salah satunya wacana duet Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, dengan Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK).

Isu tersebut mencuat setelah AWK mengunggah foto kebersamaannya dengan De Gadjah di media sosial. 

Dalam unggahan itu, AWK melontarkan pertanyaan yang memantik perhatian publik.

"Gimana? Udah cocok jadi Gubernur Bali - Wakil Gubernur Bali 2030 gantikan Pak Wayan Koster yang akan pensiun 2030?" tulis AWK.

Tak hanya itu, AWK juga memaparkan analisis kekuatan masing-masing figur. Ia menilai De Gadjah memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto serta basis dukungan kuat di wilayah Bali Selatan dan Timur, terutama dari kalangan generasi muda.

Sementara itu, AWK menyebut dirinya memiliki keunggulan dari sisi latar belakang pendidikan dan pengalaman politik, dengan basis pemilih di kalangan ibu-ibu serta anak muda di Bali Barat, Tengah, dan Utara.

"De Gadjah orangnya Prabowo, AWK orangnya Jokowi, Klop! Satu Komando dengan Pusat! Yang penting APBN mengalir ke Bali," tambahnya.

Sebelumnya, De Gadjah juga sempat diprediksi akan menjadi rival I Nyoman Giri Prasta, yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali. Namun, munculnya wacana duet ini menambah warna baru dalam peta politik Bali ke depan.

Menanggapi isu tersebut, De Gadjah memilih bersikap santai. Ia menegaskan belum memikirkan kontestasi politik 2030 karena waktunya masih cukup panjang.

“Belanda masih jauh, saya masih fokus kepentingan masyarakat dan program presiden. Belum pikir ke arah sana,” tegasnya.

Meski masih sebatas wacana, dinamika ini menunjukkan peta politik Bali mulai bergerak lebih awal, dengan berbagai skenario yang berpotensi berkembang menjelang Pilgub 2030. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #arya wedakarna #gerindra #De Gadjah