SINGARAJA, RadarBuleng.id – Dinas Kebudayaan Buleleng berjanji akan blusukan ke desa adat seantero Buleleng.
Agenda itu dilakukan untuk mengeksplorasi sejarah serta keunikan di desa adat. Sekaligus mempromosikannya.
Agenda blusukan itu dikemas dalam program Uning Ten Ton. Program itu merupakan singkatan dari uning ten semeton atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti tahu nggak sih?”
“Kami mengenalkan program ini, sebagai upaya melakukan pendataan sekaligus dokumentasi terhadap potensi yang dimiliki desa adat,” kata Kabid Adat dan Tradisi pada Disbud Buleleng, Gede Angga Prasaja.
Menurutnya dokumentasi yang dilakukan meliputi sejarah, adat, maupun tradisi yang berlaku di desa adat tersebut.
Tak menutup kemungkinan, pendataan juga akan diperluas kepada kesenian maupun budaya yang ada di sana.
Selanjutnya hal-hal itu akan didokumentasikan dalam bentuk audio visual, lalu diunggah melalui media sosial.
“Harapannya kan pemuda itu tahu mengenai desa mereka. Bagaimana sejarahnya, apa saja tradisinya, bagaimana adat yang berlaku. Minimal mereka tahu tentang desa adat mereka sendiri,” imbuhnya.
Untuk tahap awal, ia memasang target melakukan dokumentasi pada 12 desa adat dalam setahun. Itu berarti tiap bulan ada satu desa adat yang menjadi sasaran.
Apabila animo masyarakat semakin besar, maka kegiatan dokumentasi itu akan dilaksanakan dengan lebih intens.
“Pasti kami evaluasi. Mungkin nanti bisa dilakukan dua minggu sekali,” imbuhnya.
Asal tahu saja, Buleleng memiliki 169 desa adat. Jumlah desa adat di Buleleng, jauh lebih banyak ketimbang desa dinas dan kelurahan. (*)
Editor : Eka Prasetya