Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bulan Bahasa Bali: Siswa SD Ditantang Menulis Aksara Bali di Lontar

Eka Prasetya • Selasa, 13 Februari 2024 | 01:55 WIB

 

NYURAT AKSARA: Salah seorang siswa SD saat mengikuti lomba nyurat aksara Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali di Buleleng.
NYURAT AKSARA: Salah seorang siswa SD saat mengikuti lomba nyurat aksara Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perayaan Bulan Bahasa Bali ke-VI di Kabupaten Buleleng kian kompetitif saja.

Siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) kini telah ditantang menulis aksara bali pada selembar lontar, alias melakukan nyurat aksara.

Hal itu menjadi salah satu mata lomba pada perayaan Bulan Bahasa Bali di Buleleng. 

Agenda Bulan Bahasa Bali itu digelar Dinas Kebudayaan Buleleng di Wantilan Sasana Budaya, pada Senin (12/2/2024).

Selain lomba nyurat aksara Bali tingkat SD, ada sejumlah lomba lain yang juga digelar pada agenda tersebut.

Yakni lomba Nyurat Lontar Tingkat SMP, lomba Debat Mebasa Bali, lomba ngwacen Lontar remaja bagi usia 19-23 Tahun, lomba Mesatua Krama Istri dari Paiketan Krama Istri (Pakis), lomba Pidarta antar Bendesa Adat, dan lomba Mengetik Aksara Bali dengan keyboard tamiang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika mengatakan, salah satu agenda lomba yang baru digelar adalah lomba mengetik aksara Bali dengan keyboard tamiang.

"Setelah perlombaan selesai dan mendapatkan pemenang, maka juara pertama akan dibina kembali untuk mengikuti lomba tingkat provinsi pada tanggal 19-20 Februari 2024,” kata Wisandika.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, kegiatan tersebut jadi momentum sebagai orientasi dalam perkembangan, pelestarian dan penggunaan bahasa dan aksara Bali. 

Harapannya generasi muda semakin mencintai bahasa Bali khususnya pada era digitalisasi.

"Tinggal di sekolah saja harus ada penyesuaian tuntutan sosial dalam masyarakat terkait penggunaan bahasa Bali. Bagaimana anak-anak muda kita terampil menggunakan bahasa bali dan bukan hanya sekedar teori semata tapi bagaimana mereka mencintai dan menggunakannya," tegasnya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#aksara bali #Bulan Bahasa Bali #lontar #buleleng