RadarBuleleng.id – Pura Pucak Jati di Desa Adat Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, semakin dikenal.
Tempat suci ini makin banyak dikunjungi warga untuk memohon kesembuhan dan kesuksesan.
Bendesa Adat Timuhun, I Wayan Widana mengungkapkan, pura menjadi rujukan krama dari berbagai desa adat. Termasuk dari luar Kecamatan Banjarangkan.
Mereka melakukan persembahyangan di pura tersebut karena merasa yakin. Apalagi mereka telah merasakan berkah setelah memohon di pura tersebut.
“Pura ini memiliki pohon kepah berusia ratusan tahun yang mengeluarkan air dua warna, yaitu kuning keemasan dan perak. Selain itu, terdapat minyak suci yang diyakini mampu menyembuhkan penyakit dalam,” jelasnya.
Baca Juga: Geger, Pura Desa Temesi Dibobol Maling, Tiga Pendeman Pelinggih Dikeruk
Fenomena unik ini telah tersebar luas dari mulut ke mulut, sehingga menarik semakin banyak umat datang bersembahyang.
Mereka tidak hanya memohon kesembuhan melalui minyak dan air suci dari pohon kepah, tetapi juga berharap kesuksesan dalam usaha, karier, dan kehidupan mereka.
Jro Mangku Dalem, didampingi Jro Mangku Pura Pucak Jati, menambahkan bahwa air dua warna tersebut muncul dari lubang berbeda pada batang pohon kepah.
Fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak lama dan diyakini sebagai tirta suci.
“Kedua tirta ini langsung diberikan kepada para pemedek yang datang bersembahyang,” ujarnya.
Dengan keunikan dan kesakralannya, Pura Pucak Jati semakin menjadi tujuan spiritual bagi umat Hindu yang mencari berkah, kesembuhan, dan kesuksesan dalam hidup mereka. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya