Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

80 Anggota PDPN Buleleng Resmi Dikukuhkan. Fokus pada Penguatan Ajaran Hindu

Eka Prasetya • Senin, 3 Maret 2025 | 02:16 WIB

 

PENGURUS BARU: Suasana pelantikan pengurus Perkumpulan Dharmopadesha Pusat Nusantara (PDPN) Buleleng di Gria Upapati Liligundi, Minggu (2/3/2025).
PENGURUS BARU: Suasana pelantikan pengurus Perkumpulan Dharmopadesha Pusat Nusantara (PDPN) Buleleng di Gria Upapati Liligundi, Minggu (2/3/2025).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 80 anggota baru Perkumpulan Dharmopadesha Pusat Nusantara (PDPN) Cabang Buleleng resmi dilantik oleh Ketua PDPN Pusat, Marsekal (Purn) Ida Bagus Putu Dunia. 

Pelantikan itu dilakukan lewat sebuah proses di Gria Upapati Liligundi, Buleleng, pada Minggu (2/3/2025). Bersamaan dengan itu, pengurus periode 2025-2030 mulai bekerja.

Petua PDPN Pusat, Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, satu misi utama PDPN adalah memperkuat kesadaran umat Hindu Bali terhadap jati diri mereka, dengan berlandaskan ajaran Panca Sradha. 

Menurutnya, pemahaman yang kuat akan ajaran Hindu akan mencegah terjadinya perpecahan di kalangan umat, seperti yang pernah terjadi pada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sebelum memasuki tahap pemurnian. 

“Keberhasilan organisasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pengurus, tetapi juga dari bagaimana kita bisa melahirkan generasi Hindu yang lebih baik dan berintegritas,” ujarnya.

Baca Juga: Dirjen Bimas Hindu Kunjungi SMP Hindu Satu-Satunya di Buleleng. Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Umat

Sebagai seorang pakar strategi dan industri pertahanan di Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Ida Bagus Dunia juga mengingatkan tentang ancaman Sampradaya asing yang dapat mengikis keajegan ajaran Hindu di Indonesia. 

Sejak 2021, infiltrasi ajaran dari luar seperti Hare Krishna dan Sai Baba dinilai telah menyebabkan pergeseran pemahaman umat, khususnya dalam menjalankan Panca Yadnya. 

Ia menekankan bahwa tugas utama PDPN adalah memberikan sosialisasi yang komprehensif agar umat memahami bahwa pelaksanaan Panca Yadnya dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing, tanpa merasa terbebani.

“Pencerahan ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan semua pihak, termasuk ratu peranda serta semeton di PDPN. Kita harus memastikan bahwa umat tidak terpengaruh oleh ajaran yang tidak berlandaskan Panca Srada,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dharma Prawerti Sabha PDPN Cabang Buleleng, Ida Bagus Made Geriastika, menyambut baik arahan yang diberikan Ketua PDPN Pusat. 

Menurutnya, penguatan kesadaran umat dalam menjalankan Panca Srada telah menjadi salah satu program kerja utama PDPN Cabang Buleleng untuk periode 2025-2030. 

Selain itu, pendidikan agama bagi kalangan yowana (generasi muda) juga menjadi prioritas guna menciptakan regenerasi kepemimpinan Hindu yang berkualitas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda, PDPN Cabang Buleleng juga berencana mendata yowana berprestasi di bidang akademik untuk diberikan penghargaan. 

“Kami ingin membentuk generasi Hindu yang tidak hanya memiliki pemahaman spiritual yang kuat, tetapi juga mampu bersaing di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan sosial,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #hindu #parisada hindu #pengurus #sampradaya #phdi #yowana #buleleng