Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tradisi Ninjau Haji di Jembrana: Usai Lepas Calon Jamaah, Berwisata Hingga ke Buleleng

Muhammad Basir • Kamis, 22 Mei 2025 | 21:59 WIB

 

MERIAH: Umat muslim di Jembrana saat mengantar rombongan jemaah haji. Tradisi itu disebut ninjau haji. Usai melambaikan tangan, mereka berwisata.
MERIAH: Umat muslim di Jembrana saat mengantar rombongan jemaah haji. Tradisi itu disebut ninjau haji. Usai melambaikan tangan, mereka berwisata.

RadarBuleleng.id - Umat muslim di Kabupaten Jembrana punya tradisi unik. Tradisi itu adalah tradisi ninjau haji alias mengantarkan calon jamaah haji.

Lazimnya, calon jemaah haji hanya diantar ke lokasi pelepasan oleh keluarga mereka. Namun di Jembrana, jamaah bisa diantar oleh warga sekampung. 

Biasanya warga akan mengantar para calon jamaah haji di dua titik. Yakni di lokasi pelepasan di Gedung Kesenian Jembrana, maupun di kawasan Gilimanuk.

Titik paling ramai adalah di Gilimanuk. Mereka datang dari berbagai penjuru Jembrana menggunakan kendaraan pribadi, baik motor dan mobil, menggunakan bus, pikap, hingga truk.

Warga memilih menunggu di pinggir jalan. Mulai dari jembatan timbang Gilimanuk, hingga mendekati Terminal Gilimanuk.

Warga rela menunggu berjam-jam hingga rombongan calon jamaah haji melintas. Hanya demi bisa melambaikan tangan kepada para jamaah.

Ketika rombongan mendekat, warga yang mengantar juga langsung berdiri serta melambaikan tangan ke arah rombongan.

Meski hanya terjadi selama hitungan detik, warga pun merasa bahagia. Mereka berharap kelak bisa naik haji.

“Ya mudah-mudahan diberikan jalan sama Allah untuk naik haji. Biar dimudahkan rejekinya,” ungkap Ayu Anita, salah seorang warga di Desa Candikusuma.

Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Agama Jembrana, Muslihin mengatakan, sepengetahuan dirinya, euforia masyarakat mengantar haji hanya ada di Jembrana. Bukan hanya ratusan, tapi ribuan warga tumpah ruah.

”Tradisi ninjau haji ini bukan cuma untuk mengantar calon jemaah haji, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi. Diperkirakan ribuan orang, karena tidak hanya anggota keluarga calon jemaah, tetapi hampir semua warga muslim Jembrana,” ujarnya.

Biasanya, setelah rombongan haji melintas, warga akan melancong ke sejumlah objek wisata.

Di Jembrana, masyarakat biasanya akan berkunjung ke Teluk Gilimanuk untuk piknik ala kadarnya.

Banyak pula yang memilih berwisata ke Buleleng. Biasanya mereka akan melancong ke Pantai Pasir Putih Pejarakan, Air Panas Banyuwedang, hingga ke kawasan Pulaki.

“Biasanya setelah rombongan lewat, masyarakat itu lanjut wisata dengan keluarga. Bisa sampai ke Buleleng,” imbuhnya.

Asal tahu saja, pada ibadah haji tahun ini, ada 86 orang umat muslim di Jembrana yang berangkat ke tanah suci. Sementara yang masuk daftar tunggu sebanyak 2.564 orang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#piknik #Pulaki #naik haji #muslim #haji #pantai #jembrana #jamaah #gilimanuk #tradisi #terminal #buleleng