RadarBuleleng.id - Menjelang akhir September, pemerintah mulai tancap gas menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos).
Jakarta sudah lebih dulu menyalurkan bantuannya, sementara awal Oktober disebut-sebut bakal jadi puncak pencairan secara nasional.
Warga diminta bersiap karena beberapa jenis bantuan bisa cair bersamaan.
PKD Jakarta Sudah Masuk ke Rekening Penerima
Dinas Sosial DKI Jakarta memastikan bahwa bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) untuk periode September 2025 sudah tuntas dikirim ke rekening warga.
Total ada 200.684 penerima yang masing-masing menerima Rp300.000.
Rinciannya terdiri dari:
- 707 penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ)
- 755 penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ)
- 222 penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ)
Warga tidak perlu menunggu undangan. Cukup cek saldo melalui ATM, EDC, atau laporan dari pendamping.
Awal Oktober Diprediksi Jadi Gelombang Pencairan Terbesar
Mulai awal Oktober 2025, jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia akan menerima pencairan secara bertahap. Kelompok yang diprediksi paling beruntung adalah penerima kombinasi PKH + BPNT, karena bisa mendapatkan hingga lima saldo bantuan sekaligus.
Rincian bantuannya meliputi:
- Saldo PKH Tahap II (April–Juni)
- Saldo BPNT Tahap II (April–Juni)
- Penebalan BPNT Rp400.000 (Juni–Juli)
- Saldo PKH Tahap III
- Saldo BPNT Tahap III (Juli–September)
Selain saldo tunai, pemerintah juga akan mengirimkan bantuan barang berupa:
- Beras 10 kilogram
- Minyak goreng hingga 4 liter
Total penerima paket sembako ini diperkirakan mencapai 18,27 juta keluarga. Penyalurannya berlangsung bertahap sepanjang Oktober hingga selesai.
Pembagian Tidak Sama untuk Semua KPM
Pendamping sosial mengingatkan masyarakat agar memahami status masing-masing, karena tidak semua KPM mendapatkan paket bantuan dengan jumlah yang sama.
- PKH Murni hanya menerima bantuan tunai PKH
- BPNT Murni hanya mendapatkan bantuan pangan/sembako
- PKH + BPNT berhak menerima bantuan ganda
Dengan sistem ini, perbedaan jumlah pencairan antar penerima sudah menjadi hal yang wajar.
Bansos Mulai Beralih ke Sistem Digital
Pemerintah juga tengah mencoba sistem baru dalam penyaluran bansos.
Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur dipilih sebagai lokasi uji coba digitalisasi melalui portal Perlinsos.
Sekitar 640 ribu keluarga dari golongan ekonomi terbawah diminta mendaftar ulang secara online.
Bagi warga yang tidak memiliki ponsel, pendamping PKH dan TKSK akan membantu prosesnya.
Jika program ini berjalan lancar, sistem digitalisasi bansos akan diterapkan secara nasional agar penyaluran lebih tertib dan transparan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya