RadarBuleleng.id - Bulan Desember membawa kabar menggembirakan bagi Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemerintah menyiapkan tiga jenis bantuan yang berpotensi diterima sekaligus oleh para penerima, mulai dari uang tunai hingga bantuan pangan.
Kombinasi bantuan ini menjadi penutup tahun yang signifikan, terutama bagi penerima yang sempat tertunda pencairannya sejak pertengahan tahun.
Kelompok pertama yang mendapat perhatian adalah pemegang kartu KKS Merah Putih. Alokasi November–Desember kembali cair dengan nilai Rp 400.000.
Sementara itu, keluarga yang berstatus peralihan dari PT Pos Indonesia dan belum menerima haknya sejak Juli berpotensi mendapatkan rapelan menyentuh Rp 1,2 juta, asalkan masih dinyatakan layak dalam sistem kesejahteraan sosial.
Selain BPNT tunai, evaluasi yang dilakukan Kementerian Sosial pada 1–12 November membuka peluang tambahan bantuan bagi sebagian penerima BPNT.
Mereka yang dinilai memenuhi komponen Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan bantuan tambahan dalam bentuk PKH validasi sistem.
Alokasinya menyesuaikan status penerima, baik reguler November–Desember maupun peralihan yang terhitung sejak Oktober.
Lapisan bantuan ketiga datang dari program pangan. KPM BPNT yang datanya masuk dalam P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) atau kelompok desil rendah berhak menerima beras 10 kilogram.
Program ini menjadi jaring keamanan tambahan bagi masyarakat yang masuk kategori kerentanan ekonomi paling tinggi.
Selain bantuan untuk penerima BPNT, sejumlah program bantuan sosial lain juga mulai mengalir ke masyarakat.
Bantuan Atensi YAPI bagi anak yatim piatu telah masuk ke rekening penerima di sejumlah bank dan kantor pos, masing-masing menerima Rp 400.000.
Penerima dianjurkan untuk rutin memeriksa saldo karena penyaluran berlangsung secara bertahap.
Kelompok lansia dan penyandang disabilitas tunggal tanpa anggota keluarga lain dalam satu KK mendapatkan perhatian khusus melalui program permakanan.
Mereka menerima paket makanan siap santap dua kali sehari dengan nilai manfaat mencapai Rp 900.000 per bulan.
Program ini menjadi intervensi penting bagi kelompok rentan yang sulit memenuhi asupan harian secara mandiri.
Penyaluran beras 10 kilogram tidak hanya menyasar KPM BPNT, tetapi juga diteruskan kepada keluarga lain yang menjadi sasaran stabilisasi ketahanan pangan pemerintah.
Distribusi dilakukan secara serentak di berbagai daerah, menyesuaikan jadwal logistik masing-masing wilayah.
BLT Dana Desa untuk kelompok miskin ekstrem juga memasuki masa pencairan dengan nilai total Rp 900.000 untuk periode Oktober–Desember.
Bantuan ini menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di desa-desa pada penghujung tahun.
Wilayah Jawa Timur turut mendapatkan tambahan dukungan melalui PKH Plus, program khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Penerima menerima bantuan sebesar Rp 500.000 yang disalurkan melalui Bank Jatim sebagai bagian dari tahap akhir tahun.
Rangkaian pencairan ini menjadikan Desember 2025 sebagai periode dengan peluang bantuan terbesar bagi KPM, khususnya penerima BPNT.
Dengan kombinasi antara uang tunai, bantuan PKH tambahan, dan beras, keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan menerima beberapa bentuk dukungan sekaligus.
Pemerintah juga memperluas jangkauan melalui berbagai program lain seperti YAPI, BLT Dana Desa, permakanan, dan PKH Plus Jawa Timur, menjadikan akhir tahun ini sebagai momentum penting dalam penguatan jaring pengaman sosial. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya