Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bangkit Setelah Vakum, Festasada 2026 Hidupkan Lagi Seni Budaya Sukasada

Francelino Junior • Kamis, 16 April 2026 | 16:56 WIB
MEGOAK-GOAKAN: Penampilan megoak-goakan dari Desa Panji saat parade HUT Kota Singaraja. Kesenian tersebut akan kembali dipentaskan pada Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026. (Pemkab Buleleng)
MEGOAK-GOAKAN: Penampilan megoak-goakan dari Desa Panji saat parade HUT Kota Singaraja. Kesenian tersebut akan kembali dipentaskan pada Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komitmen pelestarian seni dan budaya terus diperkuat Pemkab Buleleng di bawah kepemimpinan I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna. 

Salah satunya melalui Festival Seni Adat dan Budaya Kecamatan Sukasada (Festasada) 2026 yang siap digelar meriah.

Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyebut festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya lokal setelah sempat vakum sejak 2020.

"Kami ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Buleleng," ujarnya.

Festasada akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Jumat (17/4/2026) hingga Minggu (19/4/2026) di RTH Taman Bung Karno Sukasada. 

Beragam pertunjukan seni khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman yang mencerminkan akulturasi budaya.

Tak hanya pertunjukan seni, festival ini juga diramaikan dengan Festival Gebogan berbahan bunga lokal, parade budaya, berbagai lomba, hingga pentas seni modern yang tetap berakar pada kearifan lokal.

Menariknya, seluruh penampil merupakan putra-putri asli Sukasada sebagai bentuk nyata komitmen menjaga warisan budaya daerah.

Sektor UMKM pun turut dilibatkan. Beragam kuliner khas Sukasada dan Buleleng akan dihadirkan dengan konsep mengutamakan makanan tradisional, bukan produk instan, guna memperkuat identitas lokal sekaligus menarik minat pengunjung.

Di sisi lain, panitia juga memberi perhatian serius terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang kerap menjadi tantangan dalam event besar.

Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah. Panitia juga menyiapkan sistem pengawasan dan pengangkutan sampah, terutama sampah organik yang akan diolah lebih lanjut.

"Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama," tegas Budiarsana.

Ia berharap Festasada dapat menjadi agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM, serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Harapan kami, festival ini terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkuat identitas budaya khususnya wilayah Sukasada di tengah perkembangan zaman," pungkasnya.

Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diimbau hadir untuk merayakan kekayaan seni budaya sekaligus menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan festival di masa depan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#sukasada #seni #budaya #buleleng