SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebuah sepeda motor yang terparkir berjam-jam di Jembatan Shortcut Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, memicu kecurigaan warga.
Ternyata pemilik sepeda motor, yang belakangan diketahui seorang mahasiswa, ditemukan tewas di dasar jurang.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/2/2026). Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WITA.
Seorang warga, Wayan Somarata, 54, yang hendak pergi ke kebun, melihat sepeda motor Honda Sonic warna hitam dengan nomor polisi DK 2069 UBQ terparkir di pinggir Jembatan Shortcut 7.
Saat itu, ia mengira pemilik kendaraan tengah berfoto atau menikmati pemandangan di sekitar lokasi, sehingga belum menaruh curiga.
Namun, ketika Wayan kembali dari kebun sekitar pukul 12.15 WITA, motor tersebut masih berada di posisi yang sama tanpa terlihat pemiliknya.
Rasa curiga pun muncul. Ia kemudian berinisiatif memeriksa area sekitar jembatan, tetapi tidak menemukan siapapun.
Wayan tak patah arang. Ia pun menghubungi kepala dusun. Bersama sejumlah warga, mereka memutuskan menyisir area bawah jembatan yang dikenal memiliki jurang cukup dalam dan medan terjal.
Upaya pencarian itu mengungkap fakta tragis. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di dasar jurang dengan mengenakan jaket hitam dan celana panjang hitam.
Temuan itu pun langsung diteruskan kepada aparat kepolisian di Polsek Sukasada.
Aparat gabungan TNI, Polri, bersama warga berusaha mengevakuasi jenazah korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual lantaran medan yang curam dan sulit dijangkau.
Petugas harus membuat tandu darurat menggunakan bambu dan karung untuk membantu proses pengangkatan jasad.
Belakangan korban diketahui bernama I Putu Gde Pradnya Nolan Toli, 22, warga Perumahan Wira Bakti, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.
Seizin Kapolres Buleleng, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, Unit Inafis Polres Buleleng langsung melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Sukasada II, korban mengalami patah tulang pada kaki, luka di kepala, serta pendarahan dari mulut,” terang Iptu Yohana.
Sekitar pukul 15.00 WITA, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk menjalani otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri barang bukti di lokasi kejadian.
Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal karena tindak kejahatan, atau karena melakukan ulah pati.
“Kami belum bisa berspekulasi terkait hal itu. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban,” demikian Yohana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya