Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Balita di Buleleng Ditemukan Tewas Tenggelam di Bak Penampungan Air Glamping

Eka Prasetya • Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB
OLAH TKP: Aparat kepolisian melakukan olah TKP di lokasi balita yang ditemukan tenggelam di Desa Padangbulia, Buleleng. (Polres Buleleng)
OLAH TKP: Aparat kepolisian melakukan olah TKP di lokasi balita yang ditemukan tenggelam di Desa Padangbulia, Buleleng. (Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah di wilayah Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (30/4/2026). 

Seorang anak berusia 4 tahun, Made Dede Swastika, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bak penampungan air di area pembangunan glamping.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 13.00 WITA di Banjar Dinas Widarbasari, Desa Padangbulia. 

Balita tersebut diduga bermain di sekitar lokasi sebelum akhirnya terjatuh ke dalam bak penampungan air dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula saat korban tidak ditemukan di rumah oleh keluarganya.

“Korban diketahui tidak berada di rumah, kemudian ayahnya mencari ke belakang rumah yang merupakan area pembangunan. Di lokasi terdapat bak penampungan air yang memang sering dijadikan tempat bermain korban,” jelasnya.

Ayah korban, Komang Artana, 43, yang baru pulang bekerja, langsung mencari ke lokasi tersebut setelah mendapat informasi dari anaknya yang lain. 

Ia kemudian memeriksa bak penampungan air karena curiga anaknya berada di sana.

Awalnya, air dalam bak sempat dibuang, namun korban belum terlihat. Sang ayah kemudian turun ke dalam bak dan meraba bagian dasar hingga akhirnya menemukan tubuh korban di sudut bak.

Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya mendapati air keluar dari mulut dan hidung korban saat penanganan.

Sebelumnya, saksi di lokasi sempat melihat korban bermain di sekitar proyek pembangunan sambil membawa mainan pistol air. Bahkan, saksi sudah beberapa kali mengingatkan agar tidak bermain di area tersebut.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan visum maupun autopsi dan tidak melaporkan peristiwa tersebut secara hukum.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah,” demikian Yohana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#padangbulia #balita #glamping #buleleng #tenggelam