Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kunjungi Korban Banjir Bandang Banjar, Gubernur Koster Serahkan Bantuan Rp 1,26 Miliar

Eka Prasetya • Minggu, 15 Maret 2026 | 16:40 WIB

 

SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana di Desa Banjar.
SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana di Desa Banjar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengunjungi warga terdampak banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, pada Minggu (15/3/2026). 

Kunjungan tersebut dipusatkan di Wantilan Desa Banjar sebagai bentuk perhatian Pemprov Bali terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam kesempatan itu, Koster menyerahkan berbagai bantuan kepada para korban banjir bandang yang sebelumnya terjadi pada Jumat (6/3/2026) lalu. 

Total bantuan yang disalurkan Pemerintah Provinsi Bali mencapai sekitar Rp1,26 miliar, yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui BPBD Bali.

Bantuan tersebut mencakup santunan bagi warga yang rumahnya rusak, bantuan bagi korban meninggal dunia, bantuan untuk usaha ternak yang terdampak, hingga perbaikan fasilitas umum serta tempat suci yang rusak akibat bencana.

Untuk kategori kerusakan rumah, tercatat 31 kepala keluarga menerima bantuan dengan nominal yang bervariasi sesuai tingkat kerusakan. Di antaranya Putu Darma menerima Rp 30 juta, Luh Darsini Rp 25 juta, Kasta Wijaya Rp 25 juta, Putu Bagiarta Rp 25 juta, Kadek Rudi Artawan Rp 25 juta, Putu Suwijaya Rp 26 juta, serta Ida Ayu Kade Yastrini Rp 25 juta.

Selain itu, sejumlah warga lainnya menerima bantuan antara Rp4 juta hingga Rp15 juta, diantaranya Lilik Mariani, Nyoman Mudra, Made Putra, Kadek Witana, Komang Ariawan, Putu Ardana, Komang Ariana, Nyoman Toya, Made Mawa, Putu Gama, Komang Budiartawan, Made Suandika, Putu Parias, Kadek Erawan, Dewa Kadek Saputra, Nyoman Santiasa, Komang Hariawan, Luh Sumining, Luh Santri, Putu Ariana, Ketut Genrang, Heri Supriono, hingga Gede Sudana.

Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia akibat banjir bandang juga menerima bantuan masing-masing Rp 15 juta untuk keperluan upacara.

Pemprov Bali juga memberikan perhatian kepada warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. 

Kadek Rudi Artawan yang kehilangan sembilan ekor kambing akibat kandangnya hanyut menerima bantuan Rp 7,5 juta. 

Bantuan serupa juga diberikan kepada Ida Putu Wedanajati sebesar Rp 7,5 juta setelah sekitar 1.000 ekor ayam ternaknya hanyut terbawa banjir.

Selain bantuan kepada warga, Pemprov Bali juga mengalokasikan dana untuk perbaikan fasilitas umum berupa instalasi air desa yang rusak di 12 desa dengan total nilai Rp 726 juta. 

Desa Tirtasari menerima Rp 200 juta, Desa Kayuputih Rp 184 juta, Desa Banjar Tegeha Rp 62,4 juta, Desa Cempaga Rp 58,8 juta, Desa Tampekan Rp 53 juta, Desa Sidetapa Rp 53 juta, Desa Gobleg Rp 36,3 juta, Desa Dencarik Rp 25 juta, Desa Banjar Rp 24 juta, Desa Banyuatis Rp 24,7 juta, Desa Banyuseri Rp 7,8 juta, serta Desa Munduk Rp 5,9 juta.

Tak hanya itu, bantuan juga diberikan untuk perbaikan tempat suci yang mengalami kerusakan. 

Pura Taman mendapat bantuan Rp25 juta untuk kerusakan berat, sedangkan Pelinggih Sedahan Pangkung yang mengalami kerusakan sedang mendapat bantuan Rp17 juta.

Dalam kunjungannya, Koster menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah provinsi kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Tadi yang kaitannya dengan warga sudah didanai dari APBD Provinsi melalui BPBD, dari dana BTT sekitar Rp1,2 miliar dan sudah diserahkan. Masih ada lagi yang mungkin belum dihitung. Saya minta BPBD menghitung kembali agar tidak ada yang tercecer,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Koster juga meninjau SD Negeri 5 Banjar yang terdampak banjir bandang. Ia memastikan pemerintah akan membantu pemulihan proses belajar mengajar dalam jangka pendek.

“Mengenai sekolah, untuk jangka pendek bagaimana agar proses pembelajaran bisa kembali normal, akan kami bantu dari dana gotong royong pegawai Pemprov Bali. Kepala desa dan kepala sekolah diminta menghitung kebutuhan, termasuk buku yang harus dicetak kembali,” jelasnya.

Untuk solusi jangka panjang, Koster mengusulkan agar bangunan sekolah tersebut dirancang menjadi gedung bertingkat, mengingat lokasi sekolah sudah beberapa kali terdampak banjir akibat luapan sungai.

“Saya instruksikan agar dirancang menjadi gedung bertingkat saja, karena sudah kesekian kali terkena banjir. Saya minta bupati menyiapkan perencanaannya, nanti akan kami bantu melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK),” katanya.

Ia juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) melakukan normalisasi sungai serta mempertimbangkan usulan warga untuk meninggikan senderan sungai guna mencegah banjir serupa terjadi di masa mendatang.

Usai menyerahkan bantuan di Wantilan Desa Banjar, Koster juga menyempatkan diri mengunjungi rumah duka korban banjir bandang di Dusun Ambengan, Desa Banjar untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Pemprov Bali #rumah #gubernur bali #kerusakan #BPBD Bali #Banjar #wayan koster #santunan #banjir bandang #btt #upacara #wantilan #banjir #buleleng #pura