LOVINA, RadarBuleleng.id - Hujan lebat yang terjadi di Buleleng pada Sabtu (9/3/2024) lalu, berdampak pada banjir yang terjadi di penjuru Buleleng.
Salah satu titik banjir terparah adalah di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Desa Kalibukbuk merupakan jantung kawasan wisata Lovina.
Banjir menggenangi warga yang mukim di Jalan Damai, Desa Kalibukbuk, serta warga yang mukim di pesisir Pantai Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk.
Peristiwa banjir itu menjadi momok bagi Kabupaten Buleleng. Sebab terjadi di jantung kawasan wisata yang tersohor di Bali Utara.
Salah seorang warga setempat, Made Bawa menuturkan, tahun ini sudah ketiga kalinya ia terdampak banjir.
Pada tahun 2017 lalu, banjir sempat terjadi. Namun tidak terlalu parah.
Pada tahun 2023 lalu, terjadi banjir bandang yang menyebabkan rumah warga digenangi lumpur.
Selanjutnya pada tahun 2024, tepatnya pada Sabtu (9/3/2024) lalu, kembali terjadi banjir.
“Kalau di halaman rumah saya, tingginya itu sampai dada orang dewasa. Hampir setiap tahun terjadi,” kata Bawa saat ditemui di rumahnya pada Minggu (17/3/2024).
Perbekel Kalibukbuk, Ketut Suka mengungkapkan, sepanjang ia tinggal di Kalibukbuk, banjir yang terjadi pada Sabtu lalu bisa dibilang banjir terparah.
“Memang tidak ada lumpur. Tapi ketinggiannya lumayan. Pas hari raya Kuningan banjir, besoknya dari BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran sudah membantu proses penyemprotan lumpur,” kata Suka kepada Radar Buleleng.
Tercatat ada 72 kepala keluarga yang terdampak banjir tersebut. Rinciannya sebanyak 60 kepala keluarga terdampak banjir. Sementara 12 kepala keluarga lainnya terdampak banjir rob yang terjadi di pesisir Pantai Celuk Buluh.
Ia berharap Pemkab Buleleng bisa mengambil tindakan konkrit guna menangani banjir yang terjadi di Desa Kalibukbuk.
Suka khawatir, bila banjir dibiarkan terus terjadi justru berdampak pada citra pariwisata di Kabupaten Buleleng.
“Karena sudah tiap tahun terjadi. Kami harap pemerintah kabupaten ada upaya-upaya untuk menuntaskan masalah ini,” harapnya.
Dampak banjir tersebut, Pemkab Buleleng menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana alam.
Sebanyak 60 kepala keluarga mendapat bantuan berupa paket sembako. Sementara 12 kepala keluarga lainnya mendapat sembako, velbed atau tempat tidur lipat, dan makanan cepat saji.
Bantuan itu diserahkan Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana yang didampingi Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, pada Minggu (17/3/2024) siang.
Menindaklanjuti masalah banjir itu, Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana berjanji pemerintah akan melakukan penanganan.
“Salah satu masalahnya pendangkalan. Dalam waktu segera kami akan melakukan karya bakti bersama TNI, Polri, dan masyarakat untuk normalisasi,” ujarnya.
Selain itu Lihadnyana meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng mengundang Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida serta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali, untuk melakukan rapat bersama soal penanganan banjir di Lovina.
“Biar warga Kalibukbuk tidak menderita terus-terusan. Saya harap ini kejadian yang terakhir. Kami akan lakukan langkah konkrit biar ini benar-benar kejadian terakhir,” kata Lihadnyana. (*)
Editor : Eka Prasetya