KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Keluarga besar Made Ari Sanjaya, korban dalam peristiwa kebakaran di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada Senin (6/5/2024) lalu, mengaku belum tahu penyebab kebakaran yang menyebabkan anggota keluarga mereka tewas.
Keluarga kini lebih memilih menuntaskan seluruh prosesi upacara. Terlebih jenazah Made Ari Sanjaya dan keluarganya hanya dikubur, belum melalui prosesi upacara ngaben.
Made Ari Sanjaya adalah salah satu korban dalam tragedi kebakaran yang terjadi di Sesetan, pada Senin (6/5/2024) lalu.
Selain Ari Sanjaya, istrinya yakni Ni Nyoman Nopi Mertasari, 24, dan putra mereka, Putu Gede Agus, 2, juga menjadi korban. Ketiganya berasal dari Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di kamar mandi rumah kost mereka.
Para korban telah dimakamkan di pekuburan Setra Desa Adat Bontihing, pada Jumat (10/5/2024) siang.
Hingga kini pihak keluarga menyatakan belum mendapat informasi apapun terkait penyebab kebakaran yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.
Perbekel Bontihing, I Gede Pawata mengatakan, pihak keluarga besar Made Ari Sanjaya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai peristiwa kebakaran yang menimpa warganya itu.
Menurut Pawata, keluarga masih menanti informasi resmi dari pihak kepolisian, mengingat polisi yang berwenang melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
“Belum ada info dari polisi terkait penyebab. Ada yang bilang konslet, ada yang bilang dupa. Belum tau kebenarannya,” lanjutnya.
Sementara adik korban, Nyoman Yogi Mahendra juga mengaku pihak keluarga juga belum menerima informasi lanjutan dari polisi, terkait kematian tragis kakak, ipar, dan keponakannya itu.
Menurut Yogi, keluarga saat ini masih fokus dalam penuntasan upacara adat dan keagamaan untuk keluarga kakaknya itu.
Keluarga mengaku sudah menerima dengan ikhlas kepergian Made Ari Sanjaya dan keluarga. Mereka menganggap hal tersebut sebagai musibah yang harus dihadapi.
“Keluarga tidak ada kepikiran untuk menuntut,” ujarnya.
Lebih lanjut Yogi mengatakan, saat ini keluarga masih fokus menuntaskan prosesi upacara Made Ari Sanjaya dan keluarganya.
Apalagi Ari Sanjaya dan keluarganya baru sebatas dikubur. Belum melalui prosesi ngaben, karena keluarga belum memiliki biaya yang cukup.
“Saat ini masih menyelesaikan upacaranya dulu, yang terdekat upacara solas dina (11 hari). Untuk ngaben-nya, nanti ikut massal saja di desa,” kata Yogi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada pukul 23.00 Senin (6/5/2024) malam.
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita.
Ketiganya merupakan warga Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.
Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di kamar mandi kamar kost yang mereka huni.
Sejumlah saksi mata kebakaran tersebut mengaku sempat mendengar Teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak.
Saksi sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar.
Diduga kebakaran dipicu panel MCB listrik yang meleleh. Percikan api dari panel MCB mengenai jok sepeda motor, lalu melahap tangki kendaraan sehingga terjadi ledakan dan langsung memicu kebakaran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya