Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diwajibkan Kemenkes, UTD PMI Buleleng Diakreditasi

Francelino Junior • Kamis, 20 Juni 2024 | 04:05 WIB

UTD PMI Buleleng diakreditasi oleh surveyor dalam rangka akreditasi sesuai dengan instruksi wajib dari Kemenkes.
UTD PMI Buleleng diakreditasi oleh surveyor dalam rangka akreditasi sesuai dengan instruksi wajib dari Kemenkes.

SINGARAJA-Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng diakreditasi.

Ini merupakan sebuah kewajiban bagi fasilitas kesehatan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2022.

Akreditasi ini berlangsung pada Rabu (19/6) yang dilakukan oleh dua orang surveyor dari Lembaga Akreditasi Prima Husada (Laprida) di UTD PMI Buleleng. 

Salah satu surveyor, dr. Rama mengatakan bila akreditasi ini diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai tahun 2024.

Kalau sebelumnya akreditasi hanya menyasar rumah sakit, puskesmas, dan klinik, tetapi kini juga menyasar UTD hingga praktek dokter umum dan gigi.

Di UTD PMI Buleleng, tim surveyor melakukan penilaian berdasarkan dokumen yang mereka bawa. Yakni 97 elemen penilaian yang tercatat di sembilan bab. Yang pada intinya menilai sisi  manajemen dan teknis untuk akreditasi.

Untuk manajemen, yang dinilai seperti tata kelola, struktur organisasi dan tata kerja, keuangan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan peralatan.

Sementara untuk teknisnya, yang dinilai tentu saja pengolahan darah, mulai dari donor sampai cara memohon darah.

Kata dr. Rama, akreditasi ini fungsinya untuk menjamin produk darah yang keluar, serta yang dikerjakan oleh petugas medis di sana sesuai dengan standar operasional prosedur.

“Jadi memang wajib dan menjadi salah satu persyaratan klaim BPJS Kesehatan. Kalau sampai tahun 2025 belum terakreditasi, tidak bisa klaim biaya ganti pengobatan,” ujarnya ditemui usai penilaian.

Menurutnya dari sisi manajemen dan teknis, untuk UTD PMI Buleleng masih tergolong cukup bagus.

Namun tim surveyor memiliki sejumlah catatan penting, yang setidaknya bisa menjadi acuan perbaikan mutu dan layanan.

Meski ada sejumlah catatan yang jadi temuan, tetapi untuk akreditasi pertama kali hal itu tidak menjadi masalah, semasih UTD PMI Buleleng mau dan mampu berbenah.

“Ada kemungkinan tidak lolos akreditasi. Nanti lihat hasil penilaian dan keluarnya sertifikat, itu memakan waktu satu bulan,” pungkas dr. Rama.

Sementara itu, Kepala UTD PMI Buleleng, dr. Rizani mengaku sudah melakukan persiapan akreditasi sejak bulan Januari 2024 lalu.

Pihaknya juga berkomunikasi dengan BPOM Buleleng untuk memohon petunjuk alur darah, juga mengirim petugas medisnya untuk belajar ke PMI Provinsi Bali.

Selain itu, UTD PMI Buleleng juga melakukan sejumlah perbaikan fasilitas. Salah satunya dengan penggunaan epoxy untuk lantai untuk ruangan yang dianggap steril, seperti laboratorium.

Tujuannya, agar memudahkan dalam melakukan pembersihan.

“PMI Buleleng statusnya madya. Kami akreditasi lebih awal, jadi masih ada peluang sampai Desember 2024,” ujarnya.

Rizani mengungkapkan bila saat ini pihaknya sudah memenuhi 94 persen darah. Sementara enam persen sisanya merupakan darah yang didapatkan dari donor pengganti.

Yang dimaksud donor pengganti merupakan darah yang digantikan oleh keluarga pemohon darah.

Sementara mengenai alat medis, UTD PMI Buleleng menyebutkan memiliki dua alat canggih yakni milray dan rose.

Alat tersebut berfungsi untuk mendeteksi beberapa penyakit melalui darah, mulai Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, hingga sifilis. 

Sistem penggunaan alat tersebut juga tergolong canggih, karena sudah menggunakan sistem elisa yang menggunakan enzim. 

“Ini mempercepat kerja dan 95 persen lebih aman. Dibandingkan menggunakan stik seperti alat dulu, cuma 60 persen saja,” lanjutnya.

Sebagai Kepala UTD PMI Buleleng, ia berharap dengan adanya akreditasi ini akan meningkatkan mutu hingga kepercayaan masyarakat.

Hal ini akan memupuk rasa kepercayaan dan keamanan masyarakat dalam memakai layanan transfusi darah. ***

Editor : Donny Tabelak
#transfusi darah #palang merah indonesia #kemenkes ri