Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kurangi Pengangguran di Buleleng, Disnaker Tawarkan 1.919 Lowongan Kerja

Francelino Junior • Kamis, 27 Juni 2024 | 02:05 WIB
Disnaker Buleleng gelar bursa kerja dengan jumlah lowongan kerja sebanyak 1.919. Diharapkan kegiatan ini berdampak pada penurunan angka pengangguran di Buleleng.
Disnaker Buleleng gelar bursa kerja dengan jumlah lowongan kerja sebanyak 1.919. Diharapkan kegiatan ini berdampak pada penurunan angka pengangguran di Buleleng.

SINGARAJA-Sebanyak 1.919 lowongan kerja ditawarkan dalam Buleleng Job Fair 2024 yang berlangsung di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, yang nantinya akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 25-27 Juni.

Seribuan posisi pekerjaan ini ditawarkan dalam Buleleng Job Fair yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng.

Dalam job fair atau bursa kerja ini, hadir sebanyak 22 perusahaan lokal dan nasional dari berbagai sektor. Seperti perbankan, perdagangan, dan kapal pesiar, serta 6 lembaga pelatihan kerja (LPK).

Adanya bursa kerja ini diharapkan menjadi jembatan informasi lowongan pekerjaan bagi masyarakat menganggur di Kabupaten Buleleng.

Sehingga semakin terbuka peluang yang luas bagi masyarakat yang ingin bekerja sesuai dengan minat dan keterampilan.

Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengatakan bila banyak perusahaan yang sebenarnya membutuhkan tenaga. Hanya saja, informasi tidak selalu tersampaikan dengan benar ke masyarakat.

Lihadnyana meminta agar gelaran bursa kerja ini dapat dievaluasi. Tujuannya untuk melihat efektivitasnya dalam menyerap tenaga kerja, utamanya pengangguran di Buleleng yang didominasi lulusan SD, SMP, dan SMA.

“Harus evaluasi untuk lihat berapa banyak lowongan yang terisi dalam job fair ini. Paling tidak bisa memberikan kontribusi dengan penurunan angka pengangguran di Buleleng,” ujar Pj Bupati Buleleng.

Lihadnyana meminta agar bursa kerja dapat digelar sebanyak tiga kali dalam setahun. Dengan harapan mampu menjadi solusi untuk meminimalkan pengangguran di Bali utara.

"Kita perlu merumuskan solusi yang komprehensif untuk mengatasi pengangguran, termasuk melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Buleleng, Made Arya Sukerta menegaskan bila perusahaan yang hadir dalam bursa kerja ini, benar-benar membutuhkan tenaga kerja dan bukan sekedar promosi belaka.

Namun ke depannya, Arya Sukerta berencana mengembangkan bursa kerja online di, agar memudahkan akses informasi bagi para pencari kerja.

Selain dengan menekankan pentingnya kolaborasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). 

Sehingga para lulusan SD, SMP, dan SMA dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka, yang tujuannya dapat mandiri dan berwirausaha yang berdampak pada penurunan angka pengangguran.

Meski begitu, ia menaruh harapan besar bila Buleleng Job Fair 2024 dapat membawa dampak baik bagi Bali utara.

“Promosi tenaga kerja yang lebih intens akan berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja di Buleleng," ujarnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#bursa kerja #pemkab buleleng #disnaker buleleng #pengangguran