Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

ASN di Buleleng Diukur Kebugarannya, Ada Apa?

Francelino Junior • Kamis, 4 Juli 2024 | 01:21 WIB

Salah satu proses pengukuran kebugaran jasmani untuk ASN di lingkup Pemkab Buleleng.
Salah satu proses pengukuran kebugaran jasmani untuk ASN di lingkup Pemkab Buleleng.

SINGARAJA-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengikuti kebugaran jasmani yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini dilakukan di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja pada Rabu (3/7).

Ketua Tim Kesehatan Kerja dan Olahraga, Made Sugiasa menyebutkan bila kegiatan ini dalam rangka gerakan kebugaran jasmani bagi pegawai maupun ASN perangkat daerah dan BUMD di Kabupaten Buleleng.

"Kegiatan ini bermaksud untuk mengukur tingkat kebugaran, yang hari ini (Rabu) kita laksanakan melalui pengukuran bersama," ucapnya.

Sugiasa melanjutkan bila kegiatan pengukuran jasmani ini untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

Selain dengan membantu mengevaluasi kondisi kesehatan dan fisik pegawai maupun ASN secara keseluruhan.

Mereka yang mengikuti tes kebugaran jasmani, diawali dengan screening test, kemudian pengecekan gula darah, kemudian pengukuran tinggi dan berat badan.

Setelah itu, mereka melakukan pendinginan selama tiga menit, dilanjutkan dengan pengukuran kebugaran.

Sugiasa mengatakan bila kebugaran ini penting dalam melakukan aktivitas, karena sangat menunjang kinerja seseorang dalam bekerja, utamanya para pegawai dan ASN.

“Syarat untuk meningkatkan kinerja harus bugar. Jadi tingkat kebugaran harus optimal,” tandasnya.

Berdasarkan data dari Satu Data Buleleng, ada sepuluh besar penyakit yang menyebabkan seseorang mendapatkan rawat inap di RSUD Buleleng, per tahun 2023. 

Yaitu Infark serebral, diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi), gagal Jantung, diabetes mellitus bergantung insulin, demam berdarah dengue, dispepsia, diabetes melitus tidak bergantung insulin, kejang YTT, penyakit gondok non toksik uterus, dan neoplasma ganas serviks uterus.

Sementara sepuluh besar penyakit yang menyebabkan seseorang mendapatkan rawat jalan di RSUD Buleleng, per tahun 2023, yaitu nyeri perut dan panggul, demam yang sebabnya tidak diketahui, penyakit pulpa dan periapikal, dispepsia, asma, diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi), stroke tak menyebut pendarahan atau infark, penyakit gondok non toksik lain, retensi urin, dan gangguan refraksi dan akomodasi. 

Dari data tersebut, sebanyak 6.550 orang yang menjalani rawat jalan di RSUD Buleleng. Sedangkan sebanyak 2.729 orang menjalani rawat inap di RSUD Buleleng, berdasarkan sepuluh penyakit tersebut. ***

Editor : Donny Tabelak
#Kebugaran #ASN Buleleng #dinas kesehatan buleleng #jasmani #rsud buleleng