SINGARAJA, radarbuleleng.id - Kabupaten Buleleng akan mendapatkan tambahan lima Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) di tahun 2024 ini.
Bantuan ini diberikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan bahwa Buleleng mendapatkan bantuan lebih banyak dibandingkan wilayah lainnya.
Apa alasannya? Kata Adiptha, ini dikarenakan hasil pengecekan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahwa Buleleng kinerjanya dinilai bagus. Hal ini kemudian membuat Gumi Den Bukit mendapatkan hadiah dari pusat.
TPS3R ini merupakan program tahunan menyasar daerah yang menjaga konsistensi kinerja pengelolaan tempat tersebut secara baik.
Adapun wilayah yang menerima TPS3R adalah Desa Alasangker dan Kelurahan Kendran (Kecamatan Buleleng), Desa Pelapuan (Kecamatan Busungbiu), serta Desa Bengkala dan Desa Depeha (Kecamatan Kubutambahan).
Dinas PUTR Buleleng pun meminta kepada wilayah penerima agar membuat jadwal terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Yang harapannya di akhir tahun 2024, TPS3R berfungsi dengan baik.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari Satu Data Buleleng, per tahun 2023 di Kabupaten Buleleng tercatat ada 32 unit TPST/TPS3R yang tersebar juga di 32 desa di sembilan kecamatan.
Kecamatan Tejakula memiliki unit terbanyak dengan jumlah tujuh, sedangkan Kecamatan Busungbiu hanya memiliki satu unit saja.
”Astungkara Menteri PUPR kembali ada SK terbaru, bahwa tahun 2024 ini memberi hadiah untuk Buleleng yaitu lima TPS3R. Masyarakat butuh ini, kami akan kawal supaya tidak ada masalah,” ujarnya pada Sabtu (27/7).
Selain itu, Adiptha mengatakan bahwa 10 desa di Buleleng menerima program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).
Yaitu Desa Dencarik, Kaliasem, Temukus, dan Tigawasa (Kecamatan Banjar), kemudian Desa Sepang (Kecamatan Busungbiu), Desa Lokapaksa (Kecamatan Seririt), Desa Les, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tejakula (Kecamatan Tejakula).
Adiptha berharap agar pemerintah desa dapat bersinergi dengan desa adat dan masyarakat, untuk mengoptimalkan fungsi infrastruktur sanitasi ini.
Program ini pun harus memprioritaskan masyarakat miskin ekstrim dan keluarga berisiko stunting. ***
Editor : Donny Tabelak