SINGARAJA, radarbuleleng.id- Upaya menjaga tradisi dan kebudayaan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun juga dilakukan oleh sanggar seni.
Salah satunya yang dilakukan oleh Sanggar Seni Anglocita Suara yang terus menjaga seni karawitan.
Sanggar ini didirikan pada tahun 2015 yang berlokasi di Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Ketuanya adalah Putu Aldi Philberta Harta Celuk.
Kata Aldi, seni karawitan bukan sekadar warisan saja, namun juga sebuah bahasa yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Seni tersebut memang penting untuk regenerasi dan inovasi. Apalagi, modernisasi juga memberikan peluang besar bagi percepatan seni.
Peran sanggar dalam menjaga kesenian tradisional juga sangat penting.
Apalagi pengaruh budaya asing juga sangat terbuka. Sehingga upaya untuk mematuhi pakem dan aturan dalam kesenian bali sangat penting.
Mengajak generasi muda agar mencintai seni budaya Bali yang kaya nilai luhur dan menjadi identitas bangsa, perlu dilakukan edukasi berkala.
”Menjaga upaya kesenian di Bali khususnya Buleleng sangat penting, apalagi kini menghadapi pengaruh budaya asing,” katanya dalam Bincang Komunikasi yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng pada Jumat (2/8).
Aldi melanjutkan, bila sanggar juga harus berupaya tampil di luar negeri.
Selain menjadi gengsi tersendiri, juga ikut membawa dan memperkenalkan kesenian Buleleng ke dunia. Termasuk bekerjasama dengan duta besar Indonesia di berbagai negara.
Sanggar Seni Anglocita Suara memiliki pengalaman internasional sebagai Duta Republik Indonesia dalam acara Cunan Wedans di Korea Selatan dan pertunjukan seni di Aula Hasanuddin Kuala Lumpur, Malaysia.
Ia mencontohkan bahwa salah satu seniman di Kanada ternyata sudah mengadopsi kesenian karawitan.
Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri, lantaran kesenian daerah bisa berkembang di negeri orang.
”Budaya barat memiliki disiplin yang tinggi dalam proses penciptaan seni. Itu yang bisa dipelajari dan adopsi,” ujar ketua Sanggar Seni Anglocita Suara itu.
Aldi berharap bahwa semangat keterbukaan, kesenian tradisi di Buleleng tetap berpegang teguh pada perkembangan zaman, tanpa kehilangan identitas. ***
Editor : Donny Tabelak