Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Catat! Desa Adat Buleleng Akan Gelar Pengerupukan Festival 2025

Francelino Junior • Jumat, 17 Januari 2025 - 21:11 WIB
Salah satu ogoh-ogoh yang ada di salah satu banjar adat di Desa Adat Buleleng. Kini Desa Adat Buleleng menggelar Pengerupukan Festival 2025 untuk mewadahi kreativitas dan ide brilian berkesenian.
Salah satu ogoh-ogoh yang ada di salah satu banjar adat di Desa Adat Buleleng. Kini Desa Adat Buleleng menggelar Pengerupukan Festival 2025 untuk mewadahi kreativitas dan ide brilian berkesenian.

SINGARAJAradarbuleleng.jawapos.com- Dalam rangka Hari Suci Nyepi tahun 2025/1947, Desa Adat Buleleng akan menggelar Pengerupukan Festival 2025.

Ini juga sebagai wujud realisasi janji kepada para yowana di Desa Adat Buleleng, sebab saat Nyepi tahun 2024 urung dilakukan pengarakan ogoh-ogoh.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, festival ogoh-ogoh ini sebagai jawaban kepada para yowana, bahwa desa adat mendukung segala kreativitas di kalangan muda-mudi. 

Ia tak menampik, di tahun 2024 lalu pihaknya memutuskan untuk tidak membuat dan menggelar pengarakan ogoh-ogoh, lantaran berbenturan dengan piodalan dan pesta demokrasi.

Pihaknya tak ingin, kreativitas yowana ditunggangi oleh pihak-pihak politik saat itu.

”Tahun ini kami adakan lomba ogoh-ogoh dengan branding Pengerupukan Festival. Temanya Nyomya Bhuta Kala Pengerupukan Nyanggra Nawa Warsa 1947, Dharma Dumaranang Desa,” ujarnya dikonfirmasi pada Kamis (16/1) sore.

Yang menarik lagi, Desa Adat Buleleng akan memberikan bantuan dana ke masing-masing yowana sebanyak Rp 5 juta, yang rencananya akan mulai disalurkan mulai Jumat (17/1).

Bantuan ini digunakan untuk pembuatan ogoh-ogoh, yang akan dipakai dalam Pengerupukan Festival 2025 nanti.

Para pembuat ogoh-ogohnya pun wajib para yowana di banjar adat tersebut. Dengan bentuk ogoh-ogohnya adalah bhuta kala.

Total hadiahnya pun mencapai Rp 56 juta, yang terbagi untuk juara 1,2, dan 3, serta juara harapan 1,2, dan 3.

Festival ini akan digelar pada Jumat (28/3) mulai pukul 15.00 Wita, dengan mengambil start di Taman Kota Singaraja dan finish di Setra Desa Adat Buleleng.

Sedangkan untuk juri, pihaknya berencana menggunakan orang-orang di luar Desa Adat Buleleng, mulai dari ahli seni, ahli budaya, hingga akademisi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan dalam penilaian nanti.

”Penilaian akan dilakukan saat di jalan, kemudian juga menilai di Setra Buleleng. Tapi penilaian awal pada waktu proses pembuatan ogoh-ogoh, nanti ada jurinya juga yang mendampingi,” lanjut Kelian Desa Adat Buleleng.

Ditegaskan kembali oleh Kelian Sutrisna, festival ini digelar sebagai wadah bagi para yowana di 14 banjar adat, yang ada di Desa Adat Buleleng, untuk menunjukkan ide brilian mereka dalam seni.

Apalagi Hari Suci Nyepi dengan ogoh-ogohnya, menjadi puncak kreativitas dalam berkesenian.***

Editor : Donny Tabelak
#nyepi #Desa adat #ogoh ogoh #festival