SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak sembilan desa dan satu kelurahan di Bali utara, berebut juara Lomba Desa/Kelurahan Buleleng. Wilayah-wilayah tersebut mewakili masing-masing kecamatan yang ada.
Kesepuluh wilayah tersebut adalah Desa Tukadsumaga, Kecamatan Gerokgak; Desa Gunung Sari, Kecamatan Seririt; Desa Gesing, Kecamatan Banjar; Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu; Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada; Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng; Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan; Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan; Desa Les, Kecamatan Tejakula; dan Kelurahan Paket Agung di Kecamatan Buleleng.
Mereka dinilai dalam tiga bidang, yaitu pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.
Sedangkan untuk fokus lomba, indikatornya adalah ketahanan pangan, indikator program kampung iklim, percepatan penanganan stunting, pemenuhan sosial dasar di desa/kelurahan seperti pendidikan, sanitasi, dan air bersih. Ini juga agar selaras dengan program nasional.
Selain itu, fokus penilaian lainnya adalah pengembangan produk unggulan, potensi desa, dan terkait pemanfaatan APBDes dalam mendukung program prioritas pusat.
Juga ketahanan pangan setiap desa terus dikuatkan, guna mendukung swasembada pangan daerah.
Ini merujuk pada program prioritas makan bergizi gratis, yang dijalankan oleh pemerintah pusat.
”Penilaian ini secara umum masih mempedomani Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa. Desa/kelurahan tersebut sudah dinilai di tingkat kecamatan dan akan kami nilai di tingkat kabupaten,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, Mading Hartono pada Selasa (11/2) siang.
Untuk tingkat kabupaten, Dinas PMD Buleleng sudah mempersiapkan Dinas Kominfosanti untuk e-government dan teknologi informasi, Dinas Sosial terkait tingkat kemiskinan; kemudian Disdikpora, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Dagperinkop UKM, Satpol PP terkait pembinaan kamtibmas di desa; juga BPBD terkait penanggulangan kebencanaan yang secara substantif menyusun program-program mitigasi kebencanaan di desa.
Dalam tahapannya, lomba ini dibagi dalam tiga tahap. Mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga mewakili Bali ke nasional.
”Pembinaan ke desa/kelurahan yang dinilai dilakukan pada Kamis (13/2). Penilaian tingkat kabupaten dilaksanakan pertengahan Maret,” tandasnya.
Mading Hartono mengharapkan, evaluasi perkembangan desa dalam wujud lomba ini, dapat menjadi cerminan desa atas keunggulan dan potensi desa.
Serta meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan hidup dan percepatan penanggulangan kemiskinan desa.***
Editor : Donny Tabelak