Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lapor Pak! 3,7 Ton Benih Padi Kaya Gizi Dibagikan di Buleleng untuk Kendalikan Stunting

Francelino Junior • Jumat, 11 April 2025 | 16:05 WIB
Tim Distan Buleleng membagikan benih padi kaya gizi ke sejumlah subak di tiga kecamatan. Padi ini diketahui mengandung zinc untuk cegah stunting.
Tim Distan Buleleng membagikan benih padi kaya gizi ke sejumlah subak di tiga kecamatan. Padi ini diketahui mengandung zinc untuk cegah stunting.
SINGARAJARadarbuleleng.jawapos.com- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng membagikan 3,7 ton benih padi kaya gizi ke sejumlah subak yang ada di Bali utara pada Selasa (8/4).
 
Distribusi ini dilakukan agar padi-padi ini tumbuh dan menjadi beras, yang berguna untuk mengendalikan stunting. 
 
Untuk diketahui, padi kaya gizi varietas Inpari IR Nutri Zinc, memiliki kandungan zinc yang lebih tinggi dibandingkan varietas padi lainnya.
 
Memang padi ini dikembangkan untuk mengatasi kekurangan gizi zinc, yang dapat menyebabkan stunting. 
 
Benih padi ini disalurkan ke Kecamatan Sukasada, Buleleng, dan Kubutambahan untuk luasan 148 hektar.
 
Untuk Kecamatan Sukasada didistribusikan ke Desa Padangbulia yakni Subak Gede Padangbulia sebanyak 1.175 kilogram dan Subak Cecanden sebanyak 125 kilogram.
 
Di Kecamatan Buleleng didistribusikan ke Desa Petandakan yakni Subak Lanyahan Petandakan sebanyak 625 kilogram dan Subak Dangin Jalan sebanyak 250 kilogram.
 
Di Kecamatan Kubutambahan pendistribusian ke Subak Paitan di Desa Pakisan sebanyak 175 kilogram, juga di Desa Bontihing yakni Subak Kudungan dan Lanyahan masing-masing 675 kilogram. 
 
”Padinya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, untuk menjamin kesehatan, juga sasaran perbaikan gizi masyarakat miskin, utamanya menekan stunting,” ujar Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat pada Kamis (10/4). 
 
Melandrat mengatakan benih padi kaya gizi stoknya sangat terbatas. Distribusi ini baru dapat dilakukan, setelah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.
 
Pasca benih padi tiba di Buleleng, Distan Buleleng kemudian mengintervensi petani, sebab usulan dari petani hanya 35 hektar untuk menanam bibit ini.
 
Tetapi setelah diperiksa, ternyata budidaya padi ini harus ada ketersediaan air yang banyak. 
 
Dijelaskan lagi, harapannya dengan diberikannya bantuan benih padi ini, setidaknya dapat meningkatkan produktivitas dan meringankan biaya produksi. 
 
”Pemkab Buleleng harusnya berani beli benih ini, untuk mencegah stunting. Karena ada kandungan zinc di dalamnya,” kata Melandrat. 
 
Pasca distribusi dan diterima oleh masing-masing subak, dilakukan pembagian ke masing-masing petani penerima sesuai luasan lahan yang diajukan.
 
Rencana realisasi tanam benih padi kaya gizi ini adalah April dan Mei 2025.***
Editor : Donny Tabelak
#Pemprov Bali #dinas pertanian buleleng #stunting #benih padi