Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Desa Tembok di Provinsi Bali Juara Nasional Perlindungan Pekerja Migran. Jadi Contoh di Indonesia

Eka Prasetya • Jumat, 18 Juli 2025 | 15:14 WIB

 

JUARA NASIONAL: Kepala Desa Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan saat menerima kunjungan tim penilai dari pusat.
JUARA NASIONAL: Kepala Desa Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan saat menerima kunjungan tim penilai dari pusat.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. 

Desa yang berada di wilayah timur Buleleng ini berhasil menyabet juara pertama sebagai Desa Terbaik dalam Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2025. 

Ajang lomba tersebut digelar oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Penghargaan tersebut diumumkan setelah melalui proses seleksi ketat dan verifikasi lapangan dari puluhan desa yang tersebar di berbagai provinsi. 

Dari seluruh peserta, hanya lima desa yang lolos ke babak final. Desa Tembok menjadi satu-satunya wakil dari Provinsi Bali, bahkan Desa Tembok berhasil keluar sebagai juara utama.

“Hari Selasa (15/7/2025) kami menerima kabar resmi dari kementerian bahwa Desa Tembok ditetapkan sebagai juara pertama,” ujar Kepala Desa Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan.

Willy mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerjasama seluruh pihak. Baik itu warga maupun pemerintahan desa. 

Baca Juga: Nasib Karyawan Spa Village Resort Tembok Gabeng. Upaya Mediasi Mentok, Karyawan Mengadu ke DPRD Buleleng

Mereka membangun sistem perlindungan bagi para pekerja migran. Mulai dari sebelum berangkat, saat berada di luar negeri, hingga perlindungan terhadap keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman.

Salah satu keunggulan yang jadi sorotan tim penilai adalah sistem pendataan yang rapi dan menyeluruh. Hingga kini, ada 160 orang PMI asal Desa Tembok yang telah tercatat resmi. Seluruhnya lengkap dengan informasi negara tujuan, jenis pekerjaan, dan nama agen penyalur.

“Pendataan ini kami bangun selama dua tahun terakhir. Supaya setiap PMI asal Desa Tembok berangkat secara legal, punya tujuan pasti, dan dapat terus kami pantau,” tegasnya.

Namun, perhatian desa tak berhenti sampai di situ. Desa Tembok juga menyusun program perlindungan sosial untuk keluarga yang ditinggalkan para PMI, terutama anak-anak dan pasangan.

Di bidang kesehatan, layanan Poskesdes aktif melakukan pemantauan berkala terhadap keluarga PMI. 

Sementara di sektor pendidikan, anak-anak PMI mendapatkan fasilitas angkutan sekolah gratis hingga tingkat SMP, demi memastikan mereka tetap bisa bersekolah dengan nyaman.

“Dengan layanan ini, keluarga merasa lebih tenang. Pemerintah desa hadir bukan hanya saat keberangkatan, tapi juga menjaga keluarga di kampung halaman,” imbuh Willy.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Nyoman Suarjana, mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih Desa Tembok. 

Ia menilai keberhasilan itu sebagai wujud nyata tata kelola migrasi tenaga kerja yang bertanggung jawab dari tingkat desa.

“Desa Tembok sejak awal sangat teliti dalam pelaporan calon PMI. Setiap keberangkatan selalu dikonfirmasi ke Perbekel (kepala desa) dan dicocokkan dengan data agen penyalur. Itulah yang membuat sistem mereka kuat dan minim resiko,” ungkap Suarjana.

Hal senada juga diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Nyoman Widiartha. Menurutnya, keberhasilan Desa Tembok tak lepas dari sinergi antar lembaga dan komitmen kuat pemerintahan desa.

“PMD memang membantu memfasilitasi. Tapi yang paling penting adalah kesadaran dari pemerintah desa sendiri yang luar biasa tinggi,” jelasnya.

Widiartha menambahkan, penghargaan tersebut membuktikan bahwa perlindungan terhadap PMI tidak cukup hanya dengan administrasi. Tapi harus menyentuh aspek sosial dan ekonomi keluarga yang ada di kampung halaman.

“Desa Tembok sudah membuktikan bahwa desa bisa jadi garda terdepan perlindungan PMI. Ini adalah role model yang patut ditiru,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tejakula #prestasi #kesehatan #kepala desa #agen #pendataan #keluarga #kementerian desa #juara #desa #pendidikan #pekerja migran #pekerja migran indonesia #tembok #sekolah #penghargaan #pmi #buleleng