Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kebisingan Mesin Diesel PLTGU Pemaron Tak Kunjung Hilang. Wabup Supriatna Minta Manajemen Dengar Keluhan Warga

Eka Prasetya • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:55 WIB

CEK KEBISINGAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (dua dari kanan) saat mengecek kebisingan di PLTGU Pemaron.
CEK KEBISINGAN: Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (dua dari kanan) saat mengecek kebisingan di PLTGU Pemaron.
 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mendatangi PLTGU Pemaron pada Kamis (9/10/2025).

Ia sengaja datang ke lokasi itu untuk mengetahui langsung keluhan masyarakat terkait masalah kebisingan, getaran, dan polusi udara.

Kedatangan Supriatna ke PLTGU Pemaron tampak didampingi Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Kadek Turkini, dan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, I Gede Putra Aryana.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Supriatna melakukan koordinasi langsung dengan pihak PT PLN (Persero) untuk mengevaluasi dampak operasional pembangkit dan mencari solusi yang bisa diterima semua pihak.

Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta menjelaskan, pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah untuk menekan tingkat kebisingan. 

Salah satunya adalah pemasangan sound barrier setinggi 9 meter yang mengelilingi kompleks pembangkit.

“Sekarang sedang dilakukan uji coba pemasangan sound alternator sebanyak tiga unit. Setelah pemasangan selesai, kami akan lakukan pengujian untuk melihat seberapa efektif penurunan tingkat kebisingan. Kalau hasilnya signifikan, seluruh mesin akan dipasangi alternator,” jelasnya.

Elashinta menambahkan, PLN Batam selaku operator pembangkit juga telah bekerja sama dengan tim eksternal untuk melakukan evaluasi dan merumuskan langkah lanjutan. 

“Pemasangan alternator ditargetkan selesai akhir bulan ini. Kami masih menunggu hasil evaluasi dari tim eksternal. Kalau efektif, tentu akan ditambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna pihaknya ingin memahami secara detail kondisi di lapangan. 

Menurutnya, keluhan warga yang sudah berlangsung hampir satu tahun terakhir harus mendapat respons konkret.

“Kami memahami kebutuhan listrik di Bali sangat besar, tapi keluhan masyarakat soal kebisingan, getaran, dan polusi juga tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Ia meminta agar PLN segera menuntaskan upaya-upaya untuk meredam kebisingan yang timbul dari mesin disel sebagai pembangkit utama.

“Sudah ada langkah dari PLN, tinggal kita lihat seberapa efektif upaya ini dalam mengurangi gangguan yang dirasakan warga. Harapan kami, pembangkit tetap bisa beroperasi optimal, dan masyarakat di sekitarnya juga merasa nyaman,” tutupnya.

Asal tahu saja, operasional PLTGU Pemaron kembali dikeluhkan warga. Pembangkit ini sempat berhenti beroperasi beberapa bulan menjelang pandemi covid-19.

Pada awal tahun ini, pembangkit kembali beroperasi dengan mendatangkan mesin diesel anyar.

Saat beroperasi, mesin diesel itu sangat bising serta memicu getaran. Pada malam hari, suara bising bahkan terdengar dalam radius 4 kilometer. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Alternator #getaran #dprd buleleng #Gede Supriatna #keluhan #operasional #barrier #pembangkit #kebisingan #lingkungan hidup #polusi #PLTGU Pemaron #komisi iv #masyarakat #batam #buleleng #wakil bupati #pemaron #pln #sound