Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Buleleng Tumpah Ruah di Taman Kota Rebutan Durian. Komang Doni: “Belum Mulai Sudah Dijarah”

Eka Prasetya • Senin, 3 November 2025 | 00:44 WIB

 

BAGI-BAGI DURIAN: Aksi bagi-bagi diruan di Taman Kota Singaraja.
BAGI-BAGI DURIAN: Aksi bagi-bagi diruan di Taman Kota Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ribuan warga memadati kawasan Taman Kota Singaraja, pada Minggu (2/11/2025) pagi. 

Mereka datang berbondong-bondong untuk mengikuti acara bagi-bagi durian gratis yang digagas oleh anak muda asal Buleleng, Komang Doni Artawan. 

Sayangnya, suasana sempat ricuh karena warga menyerbu duren sebelum acara resmi dimulai.

Komang Doni mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Ia tidak menyangka antusiasme warga berubah menjadi aksi rebutan.

“Saya baru sampai, duriannya sudah dijarah. Tidak menyangka seperti ini. Saya siapkan 1.200 buah dari target 1.000 supaya semua kebagian, tapi ternyata banyak yang ambil sampai 4-5 buah, bahkan ada yang bawa tas,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut sebenarnya membangkitkan semangat petani durian lokal Bali agar kembali merawat pohon durian mereka.

“Sekarang banyak petani menebang pohon durian lokal karena harganya murah dan menggantinya dengan durian premium. Saya ingin menunjukkan kalau durian lokal juga berkualitas dan bisa bernilai tinggi,” jelas pemuda berusia 21 tahun itu.

Doni yang merupakan anak seorang petani durian ini mengaku telah menekuni bisnis durian sejak duduk di bangku kelas dua SMA. 

Baca Juga: Mabuk, Pria di Baktiseraga Ngamuk Bawa Pedang. Langsung Ditangkap Polisi.

Kini, ia menjadi supplier durian yang memasok ke berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Surabaya, hingga kota-kota besar lainnya di Indonesia.

“Saya ingin memotivasi anak muda lain untuk tidak malu bertani. Jadi petani bisa maju kalau ditekuni. Durian lokal Buleleng punya rasa, warna, dan tekstur yang luar biasa,” ujarnya.

Salah satu warga, Kadek Ayu asal Desa Banjarasem, mengaku sengaja berangkat sejak subuh. Ia tahu acara ini dari media sosial dan rela berdesakan demi mendapatkan durian gratis.

“Setengah enam sudah berangkat, sampai di sini jam tujuh. Senang akhirnya dapat walaupun sempat saling dorong,” kata Kadek Ayu sambil tersenyum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, memberikan apresiasi atas inisiatif anak muda seperti Komang Doni yang peduli terhadap potensi durian lokal.

“Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Produksi durian di Buleleng tahun lalu mencapai lebih dari 10.000 ton, sebagian besar justru dikirim keluar daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir semua wilayah di Buleleng cocok untuk tanaman durian. Beberapa varietas lokal seperti Ki Raja, Ki Panji, Ki Tukad, dan Ki Jering memiliki cita rasa khas dan layak dijadikan ikon daerah.

“Durian lokal Buleleng ini unggul. Rasanya legit, dagingnya tebal, dan bisa dinikmati langsung tanpa harus dibawa pulang. Kondisi geografis kita juga mendukung, dari ketinggian 0 hingga 500 meter di atas permukaan laut, durian bisa tumbuh subur,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Rebutan #gratis #durian #petani #taman kota #dijarah #duren #buleleng #sma #Komang Doni Artawan