Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diduga Ada Kebocoran, Evakuasi Limbah Kapal FSO Cinta Natomas di Celukan Bawang Dihentikan

Francelino Junior • Senin, 3 November 2025 | 17:54 WIB

 

DIHENTIKAN SEMENTARA: Evakuasi endapan minyak di dalam Kapal FSO Cinta Natomas dihentikan sementara, akibat diduga adanya kebocoran limbah B3 di dalamnya.
DIHENTIKAN SEMENTARA: Evakuasi endapan minyak di dalam Kapal FSO Cinta Natomas dihentikan sementara, akibat diduga adanya kebocoran limbah B3 di dalamnya.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Proses evakuasi endapan minyak berupa limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di dalam kapal Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas dihentikan sementara. 

Keputusan itu diambil Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng, setelah muncul dugaan kebocoran saat proses evakuasi berlangsung.

Kapal tanker raksasa yang sudah lama bersandar di Jetty Curah Cair Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali itu kini dilaporkan miring ke kanan sekitar tiga hingga lima derajat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahman, membenarkan penghentian tersebut. 

Ia menyebut, surat resmi penghentian evakuasi juga sudah dikirim ke General Manager Zona 11 PT Pertamina (Persero), selaku pemilik kapal FSO Cinta Natomas.

“Seluruh kegiatan di atas kapal Cinta Natomas dihentikan sementara sampai stabilitas kapal dinyatakan aman, serta memenuhi standar keselamatan kerja dan keamanan kapal,” jelas Taufikur Rahman, Minggu (2/11).

Baca Juga: Anggap Remeh PSIS Semarang, Persela Lamongan Beruntung Bisa Imbang 1-1

Ia menambahkan, pihak pemilik kapal sebelumnya sudah berkali-kali diingatkan mengenai potensi pencemaran lingkungan dari limbah B3 yang disimpan dalam tangki kapal. 

Menurutnya, aspek keselamatan dan teknis harus menjadi prioritas utama, baik bagi pekerja tank cleansing maupun anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam proses pembongkaran.

Otoritas Pelabuhan juga mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah darurat agar kandungan limbah beracun di lambung kapal tidak bocor dan mencemari perairan Celukan Bawang.

“Pihak Pertamina sudah kami minta turun langsung untuk memastikan kondisi kapal,” tegas Taufikur.

Diketahui, kapal FSO Cinta Natomas yang sebelumnya beroperasi di Tuban Marine Terminal telah bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang sejak tahun 2018. 

Kapal tersebut membawa sekitar 105 barel minyak mentah yang kini tersisa sebagai endapan limbah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #bali #limbah b3 #otoritas pelabuhan #gerokgak #celukan bawang #ksop #jetty #pelabuhan #kapal #minyak #curah cair #pertamina #Cinta Natomas #buleleng #limbah