Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Pekerja Migran Asal Buleleng Bali Meninggal di Jepang. Ditemukan Tewas Tergantung di Gudang Perusahaan

Francelino Junior • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:10 WIB

 

PEKERJA MIGRAN: Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Putu Arimbawa (tengah) saat berkunjung ke rumah duka pekerja migran asal Gitgit yang meninggal saat merantau di Jepang.
PEKERJA MIGRAN: Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Putu Arimbawa (tengah) saat berkunjung ke rumah duka pekerja migran asal Gitgit yang meninggal saat merantau di Jepang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Kadek Agus Winarta, 23, dilaporkan meninggal dunia di Jepang. 

Pemuda asal Bali Utara tersebut ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di gudang perusahaan tempatnya bekerja di Prefektur Chiba.

Kabar duka tersebut dibenarkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Putu Arimbawa. 

Ia mengatakan, berdasarkan dokumen resmi yang diterima pemerintah Indonesia, korban dinyatakan meninggal akibat kekurangan oksigen atau tercekik.

Namun demikian, penyebab pasti kematian Winarta masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian setempat masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui apakah kematian itu murni ulah pati atau terdapat faktor lain.

“Kepolisian Togane, Prefektur Chiba masih melakukan penyelidikan. Jadi belum bisa dipastikan penyebab kematian yang bersangkutan,” kata Arimbawa, Minggu (11/1/2026).

Arimbawa menjelaskan, Winarta sebelumnya berangkat ke Jepang sebagai peserta program magang di sektor perikanan dengan masa kontrak selama tiga tahun. Program magang tersebut berakhir pada September 2025.

Biasanya, kata Arimbawa, peserta magang kembali ke Indonesia setelah kontrak selesai. 

Namun Winarta memilih tetap tinggal dan melanjutkan kerja di Jepang dengan perusahaan berbeda.

“Yang bersangkutan menandatangani kontrak kerja resmi pada Oktober 2025,” ujarnya.

Sayangnya, belum genap tiga bulan bekerja sebagai pekerja migran, Winarta ditemukan meninggal dunia di gudang milik perusahaan tempatnya bekerja. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Minggu (21/12/2025).

Arimbawa menambahkan, proses pemulangan jenazah sempat tertunda akibat libur panjang akhir tahun di Jepang. Jenazah baru bisa dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (9/1/2026).

“Proses pemulangan jenazah difasilitasi oleh KBRI Tokyo, bekerja sama dengan pihak perusahaan dan agen penyalur tenaga kerja,” imbuhnya.

Jenazah Winarta tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Jumat sekitar pukul 17.30 WITA. 

Selanjutnya Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng bersama Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali turut mendampingi keluarga saat penjemputan.

“Setelah proses serah terima, jenazah dibawa ke rumah duka dan tiba di Desa Gitgit sekitar pukul 22.00 Wita,” tandas Arimbawa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #gitgit #meninggal #jepang #gudang #perusahaan #magang #ulah pati #pemuda #sukasada #pekerja migran #pekerja migran indonesia #chiba #bali utara #pmi #buleleng #tenaga kerja