SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng terus diperluas.
Terbaru, Polres Buleleng meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) IV di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Sabtu (16/5/2026).
Hingga kini tercatat ada empat dapur MBG yang dikelola Polres Buleleng melalui Yayasan Kemala Bhayangkari. Masing-masing berada di Kelurahan Kaliuntu, Kelurahan Banyuasri, Kelurahan Penarukan, dan terbaru ada di Desa Kubutambahan.
Khusus di Desa Kubutambahan, Dapur MBG ditargetkan menjangkau hampir 3.000 penerima manfaat dengan sistem pelayanan terintegrasi atau closed-loop.
SPPG IV Polres Buleleng di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari diresmikan Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa didampingi Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy memastikan kualitas makanan yang diproduksi di SPPG telah melalui proses pengawasan ketat sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Di SPPG Polri, makanan yang keluar dicek dulu kelayakannya. Dijamin yang keluar semua aman,” tegasnya..
Selain empat SPPG yang sudah berjalan, Polres Buleleng juga tengah menyiapkan dua dapur MBG lain. Satu memasuki tahap persiapan operasional, dan satu lainnya masih dalam proses pembangunan.
Khusus SPPG IV Kubutambahan, pembangunan rampung dalam waktu 50 hari.
SPPG tersebut diproyeksikan melayani 2.985 penerima manfaat. Mulai dari siswa TK, SD, SMP, SMK, balita, ibu hamil, ibu menyusui hingga peserta posyandu.
Operasional dapur juga didukung 47 relawan yang bertugas di bidang pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kebersihan dan keamanan pangan.
Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman menjelaskan, pada tahap awal distribusi MBG baru menyasar 1.336 penerima manfaat. Rinciannya, 998 siswa SMP Negeri 1 Kubutambahan dan 338 penerima dari lima posyandu.
“Pada tahap awal, distribusi MBG diberikan kepada 1.336 penerima manfaat, terdiri dari 998 siswa SMP Negeri 1 Kubutambahan dan 338 penerima dari lima posyandu,” jelasnya.
Yang menarik, dapur MBG di Kubutambahan menerapkan sistem pelayanan terintegrasi atau closed-loop.
Konsep ini menempatkan dapur dekat dengan sekolah penerima manfaat sehingga distribusi makanan lebih cepat dan kualitas sajian tetap terjaga saat diterima siswa maupun masyarakat.
Menu makanan yang disajikan juga mengedepankan kearifan lokal dan disusun langsung oleh tenaga ahli gizi.
Proses memasak didukung peralatan modern berupa tilting pan atau wajan jungkit berbahan stainless steel berkapasitas 85 liter yang mampu memproduksi ribuan porsi makanan dalam waktu singkat.
Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi, keberadaan SPPG juga ikut mendukung perekonomian warga. Sebab, sebagian besar bahan baku makanan diserap dari petani dan peternak lokal.
“Sekitar 85 persen bahan baku diserap langsung dari petani dan peternak lokal. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar,” kata Ruzi Gusman.
SPPG IV Polres Buleleng kini menjadi salah satu dari total 13 unit dapur MBG yang dikelola Polri di Pulau Bali.
Secara keseluruhan, sebenarnya terdapat 17 unit SPPG Polri di Bali. Sebanyak 13 unit sudah beroperasi, sedangkan empat diantaranya masih menjalani tahap akhir pembangunan dan verifikasi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya