RadarBuleleng.id - Sebanyak empat orang warga di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi korban gigitan anjing liar. Keempatnya merupakan warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Anjing yang menyerang akhirnya dieliminasi. Selanjutnya sampel otaknya dikirim ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meski tergolong anjing liar, hewan tersebut selama ini diketahui sering berada di salah satu rumah warga.
Menurut Kelian Banjar Dinas Anyar Kelod, I Kadek Winastra, sebelum menggigit warga anjing sempat menunjukkan perilaku agresif terhadap penghuni rumah. Pemiliknya sempat memukul anjing itu dengan sapu karena bersikap galak.
“Setelah itu, anjing kabur keluar rumah dan langsung menyerang warga yang melintas,” ungkapnya.
Total ada empat orang yang diserang. Dua orang diantaranya sedang melintas dengan sepeda motor saat tiba-tiba dikejar dan digigit.
Setelah menyerang, anjing itu sempat kembali ke rumah warga, namun tak lama kemudian keluar lagi dan menggigit dua warga lainnya.
Plt. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gede Putu Kasthama, membenarkan kejadian tersebut. “Ada empat orang yang menjadi korban gigitan,” ujarnya.
Yang cukup mengejutkan, anjing tersebut ternyata baru saja divaksin rabies dua hari sebelum kejadian.
“Karena perilaku agresifnya tidak biasa, kami langsung mengambil sampel otaknya untuk memastikan apakah hewan tersebut positif rabies atau tidak,” jelas Kasthama.
Jika hasil laboratorium menyatakan anjing itu positif rabies, maka akan dilakukan penanganan lanjutan di sekitar lokasi, termasuk pemberian vaksin lanjutan kepada para korban sesuai jadwal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya