Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penanganan Sampah di Bali jadi Sorotan Presiden, Begini Tanggapan Gubernur Koster

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:37 WIB

 

BICARA PEMBANGUNAN: Gubernur Bali, Wayan Koster
BICARA PEMBANGUNAN: Gubernur Bali, Wayan Koster

RadarBuleleng.id - Penanganan sampah di Provinsi Bali, khususnya di kawasan pesisir menjadi sorotan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Prabowo bahkan melontarkan kritik tajam kepada para kepala daerah di Bali, terkait kinerja dalam penanganan sampah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster pun angkat bicara.

Menurut Koster, persoalan sampah di kawasan wisata, khususnya di Pantai Kuta, merupakan fenomena musiman yang kerap terjadi saat puncak musim hujan. 

Ia memastikan Pemprov Bali tidak tinggal diam dan tengah menyiapkan langkah cepat agar tumpukan sampah tidak berlarut-larut.

“Mengenai sampah di Pantai Kuta, itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, khususnya akhir Desember, Januari, dan awal Februari,” jelas Koster.

Menurutnya, saat hujan dengan intensitas tinggi turun, arus laut yang besar membawa sampah kiriman dari luar daerah menuju pesisir Bali. 

Proses itu berlangsung cepat, sehingga tumpukan sampah bisa muncul hanya dalam hitungan jam.

Meski demikian, Koster menegaskan pemerintah daerah selalu bergerak cepat melakukan pembersihan.

“Kami langsung membersihkan. Hanya saja, untuk mobilisasi personel dan peralatan, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sampai pantai benar-benar bersih,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, Koster memastikan akan segera mengumpulkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, dan Kepala Dinas Pendidikan. Upaya penanganan sampah juga akan melibatkan TNI dan Polri.

“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu dua atau tiga jam,” terangnya.

Terkait pelibatan pelajar dalam kegiatan bersih-bersih pantai, Koster menyatakan siap menjalankan kebijakan tersebut, dengan catatan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

“Anak-anak sekolah bisa dilibatkan, tentu dengan menyiapkan alat pengangkut dan peralatan pembersihnya,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti keras persoalan sampah di Bali saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan penyerap tenaga kerja terbesar dan menjadi andalan nasional. 

Namun, ia mengingatkan pariwisata tidak akan berkembang jika lingkungan, khususnya pantai, dipenuhi sampah.

“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling banyak. Tapi apakah turis mau datang melihat sampah?” ujar Prabowo.

Ia mengungkapkan sempat menerima kritik langsung dari pejabat Korea Selatan terkait kondisi Bali.

“Dia bilang, Your Excellency, I just came from Bali. Oh Bali so dirty now. Bali not nice. Saya terima itu sebagai koreksi,” kata Prabowo.

Presiden pun meminta pemerintah daerah, sekolah, TNI, Polri, hingga BUMN terlibat aktif dalam gerakan bersih-bersih pantai dan lingkungan.

“Kita ini harus menyatakan perang pada sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #kritik #musim hujan #pantai #pesisir #koster #kepala daerah #wayan koster #prabowo subianto #polri #kuta #hujan #tni #sampah #prabowo #pantai kuta #presiden