radarbuleleng.id-Dua orang warga negara asing (WNA) yang menginap di villa Yeh Baat Jatiluwih By The Lavana di Banjar Dinas Jatiluwih Kawan, Desa Jatiluwih, Penebel Tabanan tewas tertimbun longsor, Kamis kemarin (14/3).
Kedua WNA masing-masing Angelina, 48, asal Amerika dan Luciano, 51, asal Eropa tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi telanjang bulat di tengah material longsoran tanah.
Pantauan di lokasi kejadian Villa Yeh Baat yang longsor, bangunan villa masih berada di kawasan wisata DTW Jatiluwih.
Bangunan villa tersebut berada di persawahan terasering.Dimana diatas bangunan villa terdapat saluran irigasi subak.
Tim gabungan dari Polsek Penebel, BPBD dan masyarakat setempat cukup kesulitan melakukan evakuasi kedua korban. Pasalnya posisi kedua WNA tertimbun material longsoran tanah cukup banyak.
Evakuasi dua WNA baru berhasil dilakukan sekitar pukul 08.00 Wita.
Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa yang turun langsung ke lokasi mengatakan, tewasnya dua WNA tertimbun longsor sejatinya terjadi sekitar pukul 04.00 pagi. Itu berdasar dari informasi yang didapat dari karyawan villa setempat.
Namun polisi mendapat kabar tewasnya dua WNA yang tertimbun longsor sekitar pukul 06.00 wita.
Sehingga pihaknya ke lokasi villa untuk melakukan penanganan terhadap dua WNA yang tewas tersebut.
“Lumayan lama proses evakuasi kedua WNA, syukur kami berhasil keluarkan dari timbunan longsoran tanah. Posisi dua WNA tersebut ditemukan tewas di atas kasur berselimut kain putih, tanpa mengenakan busana apapun,” ungkap AKP Alit.
Mengenai penyebab kedua WNA yang tertimbun longsor saat tertidur lelap, itu disebabkan oleh jebolnya saluran irigasi subak yang lokasinya berada diatas bangunan villa.
“Kemungkinan bocor yang membuat saluran irigasi subak itu jebol, sehingga air turun kebawah villa dan menyebabkan terjadi longsor. Sehingga menggerus bangunan villa, padahal tidak ada hujan di lokasi kejadian,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Tabanan.
Saat ini untuk kedua jenazah WNA yang tertimbun longsor sudah dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan luar.
Sementara itu, karyawan Villa Yeh Baat Komang Adi Wiratawan mengaku pihaknya tidak menyangka villa tempat ia bekerja akan tertimpa musibah tanah longsor. Padahal kondisi saat ini tidak terjadi hujan lebat, melainkan angin kencang.
“Ada 5 bangunan yang terbangun secara terpisah-pisah, tapi dua yang tertimbun longsor tanah. Termasuk lokasi tempat menginap kedua WNA tersebut,” ungkapnya.
Diakui Wirawatan, kedua WNA tersebut datang menginap di Villa Yeh Baat pada Rabu malam (13/3).
Kedua WNA ini datang berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAx DK 8466 LP. Karena kondisi sudah malam, pihaknya belum sempat mencatat identitas kedua WNA.
“Apa yang terjadi, malah kami mendapat informasi kedua WNA yang menginap di Villa tertimbun longsor di pagi harinya,” ujar Wiratawan.
Pasca kejadian ini, operasional Villa Yeh Baat tutup sementara waktu. Sembari menunggu proses kasus ini selesai.
“Untuk kerugian akibat musibah tanah longsor sekitar Rp 200 juta,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak