RadarBuleleng.id – Seorang nenek pedagang asal Karangasem menjadi korban dugaan pencurian di kawasan Terminal Klungkung, Bali.
Kejadian ini viral di media sosial usai terekam dalam sebuah video yang ramai dibagikan warganet.
Korban bernama Ni Komang Merta, 59, warga Banjar Muku, Desa Rendang, Karangasem.
Dia mengaku kehilangan tas kulit berwarna kuning yang berisi uang tunai dan perhiasan emas. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 600 juta!
Peristiwa ini terjadi Senin dini hari (7/4/2025) sekitar pukul 03.30 Wita di kawasan Pasar Galiran, Klungkung.
Saat itu, korban sedang membeli cabai dari pedagang eceran di sebelah utara pasar, tepatnya di depan terminal.
Baca Juga: Pelaku Pencurian Traktor Petani Berhasil Ditangkap, 1 Pelaku Masih Buron
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono, korban sempat menaruh tas kulit kuning itu di atas dek mobil milik pedagang eceran bernama Mek Taman.
Setelah itu, korban langsung melanjutkan perjalanan ke Pasar Gunung Agung, Denpasar, untuk berdagang.
Namun, setibanya di Denpasar sekitar pukul 07.00 Wita, korban baru menyadari bahwa tasnya raib.
Ia pun buru-buru kembali ke lokasi awal dan bertanya kepada Mek Taman, tapi jawaban yang didapat nihil. Pedagang itu mengaku tidak melihat atau mengambil tas tersebut.
Korban menyebutkan bahwa isi tas tersebut adalah uang tunai sekitar Rp 60 juta dan perhiasan emas seberat 300 gram. Polisi menduga total kerugian korban bisa mencapai Rp 600 juta.
“Kami sudah datangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, dan memeriksa CCTV sekitar pasar,” ujar AKP Agus, Selasa (8/4/2025).
Namun, proses penyelidikan belum berjalan mulus. Menurut pihak kepolisian, korban masih tampak bingung dan sempat lupa di mana tepatnya ia meletakkan tas tersebut.
“Korban masih berusaha mengingat dengan pasti posisi terakhir tasnya. Tapi kami tetap lanjutkan penyelidikan,” pungkas AKP Agus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya