Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terkait Pemindahan TPA Sarbagita ke Gianyar, Tokoh Temesi Minta Penjelasan kePemprov Bali

Ida Bagus Indra Prasetia • Rabu, 25 Juni 2025 | 17:05 WIB

 

Tokoh masyarakat Temesi saat bertemu dengan DLH Provinsi Bali.
Tokoh masyarakat Temesi saat bertemu dengan DLH Provinsi Bali.

Radarbuleleng.jawapos.com– Wacana pemindahan pengelolaan sampah regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) dari TPA Suwung Denpasar ke TPA Temesi Gianyar, kembali memicu kekhawatiran warga.

Perwakilan masyarakat Desa Temesi bersama Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Made Suteja mendatangi Kantor Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali di Denpasar, Senin lalu (23/6).

Rombongan warga Temesi terdiri Perbekel Ketut Branayoga, Bendesa adat Gusti Mastra, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat I Made Suteja yang juga Wakil Ketua DPRD Gianyar dari Golkar.

Kehadiran masyarakat Temesi disambut langsung oleh Kadis DLH Provinsi Bali I Made Rentin didampingi Koordinator DLH Luh Riniti Rahayu dan jajaran staf.

”Kami datang karena masyarakat resah. Informasi yang berkembang di media menyebutkan seolah-olah TPA Temesi siap menampung sampah regional. Padahal kenyataannya, TPA Temesi sudah melebihi kapasitas dan berada di kawasan yang berkembang sebagai destinasi wisata,” tegas Suteja.

Suteja tidak ingin masyarakat Temesi dicekoki isu-isu yang menyesatkan. ”Maka kami langsung bertemu Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Provinsi Bali, untuk mendapat kepastian,” harap Suteja.

Menurut Made Suteja, warga Desa Temesi, termasuk tokoh adat dan masyarakat, sudah menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak menghendaki penambahan volume sampah dari luar wilayah Gianyar, apalagi untuk dijadikan lokasi pembuangan regional.

”Berdasarkan aspirasi warga, Temesi sudah tak layak lagi menampung beban sampah tambahan. Saat ini saja sudah sangat padat dan menimbulkan dampak sosial serta lingkungan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti lokasi TPA Temesi yang kini berdekatan dengan kawasan wisata, serta akses jalan yang semakin padat akibat lalu lintas kendaraan pengangkut sampah.

”Kalau ditambah beban lagi, Temesi bisa kolaps. Transportasinya sudah semrawut,” tegasnya.

Menurutnya, hasil komunikasi dengan Kadis DLH menunjukkan bahwa Gubernur Bali telah menjajaki lokasi alternatif lainnya di daerah lain yang sudah menyiapkan lahan di Badung.

”Itu artinya rencana menambah beban Temesi dengan sampah dari luar daerah memang tidak akan terjadi. Kami minta informasi ini disampaikan secara transparan kepada publik,”  ujar Suteja.

Ia menilai, Gianyar sudah cukup berkontribusi untuk penanganan sampah. ”Kini saatnya daerah lain ikut bertanggung jawab. Ini soal keadilan, bukan semata ego kedaerahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Desa Temesi juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah.

Antara lain, permohonan kompensasi atas dampak lingkungan dari TPA yang selama ini beroperasi, realisasi program pembangunan desa berbasis lingkungan dan pariwisata yang sempat dijanjikan dan peningkatan teknologi pengelolaan sampah di TPA Temesi agar tidak menimbulkan pencemaran.

Menanggapi hal itu, pihak DLH Provinsi Bali memastikan bahwa Gubernur Bali telah menginstruksikan pencarian lokasi alternatif untuk pengelolaan sampah regional.

Temesi, kata mereka, tidak lagi menjadi opsi utama. Beberapa daerah seperti Jembrana dan Badung disebut telah menyiapkan lahan baru seluas hampir 5 hektare untuk tujuan tersebut.***

Editor : Donny Tabelak
#DLH #Pemprov Bali #dprd gianyar #sampah #Tpa temesi #tpa suwung