Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Berambisi Tuntaskan Pusat Kebudayaan Bali. Siapkan Suntikan Modal Hingga Rp1,4 Triliun

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 30 September 2025 | 18:07 WIB

 

Rancangan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.
Rancangan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

RadarBuleleng.id – Mega proyek Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung tetap jadi prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. 

Meski investor yang pas belum juga ditemukan, Gubernur Bali Wayan Koster tak mau proyek prestisius itu jalan di tempat. 

Ia pun membentuk Perseroan Daerah Pusat Kebudayaan Bali dengan suntikan dana segar dari APBD senilai Rp 1,4 triliun.

Hal itu diungkapkan Koster dalam rapat paripurna DPRD Bali, yang berlangsung pada Senin (29/9/2025). 

Paripurna itu membahas pengajuan draft Ranperda Provinsi Bali tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perseroda PKB. 

“Analisis dari tim penasihat investasi menunjukkan penyertaan modal ini diperlukan untuk mempercepat kontribusi Perseroda terhadap pembangunan daerah,” jelas Koster di hadapan anggota dewan.

Ia menegaskan, penambahan modal itu sesuai aturan dan sejalan dengan arah pembangunan Bali berbasis budaya. 

Menurutnya, PKB akan jadi motor pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis budaya, yang sekaligus menguatkan branding Bali dan menopang perekonomian krama Bali.

Adapun dana Rp 1,4 triliun tersebut akan digelontorkan bertahap selama tiga tahun. Yakni mulai 2026 hingga 2028. 

Besaran penyertaan modal setiap tahunnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Koster juga mengungkapkan, sebenarnya banyak investor yang berminat menanamkan modal di PKB Klungkung. Namun, pihaknya sangat hati-hati dalam memilih. 

Alasannya, kawasan yang akan dibangun merupakan area sakral. Ia juga tidak mau bial perusahaan yang berinvestasi punya jejak hitam pernah terseret kasus hukum.

“Banyak yang berminat. Tapi kami sangat selektif karena ini kawasan sakral. Jangan sampai salah pilih investor. Pernah ada yang tersandung masalah hukum dan harus menjalani proses panjang,” ungkap Koster.

Rencana pembangunan sendiri akan dimulai dari kawasan inti, yang diproyeksikan menjadi pusat fasilitas kebudayaan. 

Mulai dari panggung seni tradisi maupun modern, hingga area untuk event besar berskala nasional dan internasional. 

Proyek tersebut juga ditargetkan mampu menciptakan destinasi wisata baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya di Klungkung.

“Investor yang kami pilih harus matang secara ekonomi dan bisnis. Bukan hanya mencari keuntungan semata, tapi ikut menjaga spirit kebudayaan Bali,” tegas Koster.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pemerintah #proyek #ikm #gubernur bali #sakral #penyertaan modal #Pusat Kebudayaan Bali #industri #wayan koster #investor #pemprov #klungkung #krama bali #dana #paripurna #keuangan #dprd bali