RadarBuleleng.id – Seorang pemuda bernama Made Kusuma Ardana, 22, warga Kelurahan Panjer, Denpasar, Bali, ditemukan tewas di dasar Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Jumat (2/1/2026) pagi.
Korban diduga meninggal dunia akibat melompat dari atas jembatan setinggi sekitar 60 meter.
Hal itu langsung menjadi sorotan. Sebab pemerintah telah melakukan pemasangan pagar di sisi jembatan untuk mencegah terjadinya ulah pati.
Bahkan belum genap sebulan, pemerintah menggelar upacara niskala berupa Upacara Yadnya Parisudha Jagat untuk menjaga keseimbangan niskala di lokasi tersebut. Upacara diketahui dilakukan pada Kamis (18/12/2025) lalu.
Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah sepeda motor Yamaha Lexy warna biru dengan nomor polisi DK 2115 AEX yang terparkir tanpa pemilik di atas Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga.
Kendaraan tersebut ditinggalkan dalam kondisi kunci masih terpasang, lengkap dengan helm dan tas yang tergantung di stang motor.
Merasa ada kejanggalan, warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Petang.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Polsek Petang bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Setelah menerima informasi, petugas langsung menuju TKP dan melakukan pengecekan identitas pemilik kendaraan,” terang PS Kasubsi Penmas pada Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1/2026).
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga melakukan pencarian ke arah jurang di bawah jembatan.
Sekitar pukul 07.51 WITA, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di jurang sisi selatan jembatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga kuat meninggal akibat terjatuh dari atas jembatan.
Saat ditemukan, terdapat luka gores pada tangan kanan dan badan. Selain itu, hidung dan telinga korban mengeluarkan darah, serta ditemukan cedera serius di bagian belakang kepala yang diduga akibat benturan keras.
Korban saat ditemukan mengenakan anting di telinga kiri dan celana jas hujan warna hijau.
Polisi juga memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada orang tuanya pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Dalam pesan tersebut, korban mengirimkan lokasi terakhir keberadaannya di kawasan Jembatan Tukad Bangkung, sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya.
“Jenazah korban berhasil dievakuasi ke atas jembatan sekitar pukul 10.15 WITA, kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Badung ke RSUD Mangusada Kapal untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Inastuti.
Selain sepeda motor, helm, dan tas, polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban, diantaranya satu unit telepon genggam, satu unit power bank, dompet berisi uang tunai Rp 235 ribu, kartu identitas, serta sepasang sandal yang diduga milik korban.
Hingga kini, motif pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan isi pesan WhatsApp korban kepada orang tuanya, polisi menduga terdapat persoalan keluarga yang melatarbelakangi kejadian tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya