RadarBuleleng.id – Kasus gigitan anjing positif rabies kembali terjadi di Bali. Kali ini terjadi di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Korbannya adalah seorang anak SMP berusia 13 tahun.
Perbekel Munduk Temu, I Gusti Made Arsana mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (24/1/2026) di Banjar Dinas Munduk Temu Kelod.
Menurut Arsana, sebelum insiden terjadi, anjing peliharaan warga tersebut telah menunjukkan gejala yang mengarah pada rabies. Saat hendak dimandikan, anjing tiba-tiba menggigit tangan pemiliknya.
“Saat dimandikan sempat menggigit tangan majikannya. Setelah itu anjing terlepas dan beberapa hari kemudian mati,” ujar Arsana.
Anjing tersebut kemudian diperiksa dan dinyatakan positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium.
Menyusul kejadian itu, pihak desa langsung melaporkan kasus tersebut ke Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban sudah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) di Puskesmas Pupuan,” imbuh Arsana.
Baca Juga: Sasar Gen Z, KPU Buleleng Gencarkan Pendidikan Demokrasi ke Pelajar SMA di Gerokgak
Pasca temuan kasus tersebut, Dinas Pertanian Tabanan melalui tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bergerak cepat dengan menggelar vaksinasi darurat di Desa Munduk Temu.
Vaksinasi difokuskan di wilayah Munduk Temu Kelod, dengan melibatkan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat.
Dari estimasi populasi sekitar 210 ekor anjing, sebanyak 141 ekor berhasil divaksin dalam kegiatan tersebut.
Selain vaksinasi, tim kesehatan hewan juga memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah-langkah pencegahan penularan rabies.
Warga diberi kesempatan berdialog langsung untuk memperoleh informasi yang benar mengenai penyakit rabies dan penanganannya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia menyatakan, vaksinasi darurat di Desa Munduk Temu merupakan langkah strategis untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dan upaya pengendalian rabies secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tabanan,” tegasnya.
Ia berharap, melalui vaksinasi darurat ini, masyarakat Desa Munduk Temu dapat merasa lebih aman sekaligus mencegah penyebaran rabies ke wilayah lain. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya