RadarBuleleng.id - Petugas gabungan di Kelurahan Gilimanuk mengamankan lima orang yang mengaku dari komunitas punk, Rabu (11/2/2026).
Mereka tiba di Bali pada dini hari tanpa bekal uang dan tanpa penjamin, sehingga dikhawatirkan berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menjelaskan, kelima orang tersebut tiba di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 02.00 WITA. Setibanya di Gilimanuk, mereka diajak salah satu warga untuk menginap di rumahnya.
”Mereka tidur di rumah warga karena memang pemilik rumah yang mengajak,” jelasnya.
Namun, berdasarkan informasi dari warga sekitar, rumah tersebut kerap dijadikan tempat singgah anak punk.
Bahkan beberapa kali dilaporkan terjadi aktivitas minum-minuman keras yang meresahkan lingkungan.
”Lima orang ini diamankan untuk pendataan,” tambahnya.
Dari hasil pemeriksaan, kelima orang tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Sumatera.
Sebanyak empat orang membawa KTP, sementara satu orang hanya membawa fotokopi kartu keluarga.
Petugas juga menemukan sejumlah peralatan parkir, termasuk rambu tanda berhenti, yang diduga digunakan untuk meminta uang di jalan sebagai bekal perjalanan.
Saat dimintai keterangan, mereka mengaku datang ke Bali untuk bekerja sebagai buruh proyek vila di Ubud.
Namun ketika diminta menghubungi pihak yang disebut akan mempekerjakan mereka, yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.
”Mereka datang tanpa bawa uang untuk ongkos dan tidak ada penjamin,” terang Tony.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran aparat, terlebih beberapa di antara mereka sebelumnya pernah diamankan dan dipulangkan ke daerah asal, tetapi kembali lagi ke Bali dengan alasan mencari pekerjaan.
Selain itu, aparat juga mempertimbangkan potensi gangguan keamanan, mengingat belum lama ini terjadi kasus penganiayaan oleh sekelompok anak punk di Banyuwangi yang menewaskan seorang warga.
”Dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Setelah dilakukan pendataan di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk, kelima orang tersebut akhirnya dipulangkan dengan menyeberangkan mereka kembali ke Pelabuhan Ketapang untuk kembali ke daerah asal. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya