Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bupati Sutjidra "Sentil" Kepala Sekolah: Jangan Main-main dengan Uang Pendidikan dan Penerimaan Murid Baru!

Eka Prasetya • Minggu, 15 Juni 2025 | 19:14 WIB

 

CEGAH KORUPSI: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.
CEGAH KORUPSI: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Angin segar berembus di dunia pendidikan Buleleng. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menginstruksikan agar seluruh tenaga pendidikan mewujudkan sekolah yang bersih dari korupsi. 

Hal itu diungkapkan Sutjidra dalam acara "Sosialisasi Antikorupsi dalam Dunia Pendidikan" yang digelar Inspektorat Daerah Buleleng di Gedung Gde Manik Singaraja.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra meminta kepala sekolah agar menjadi garda terdepan pencegahan korupsi di sekolah. 

Menurutnya, peran kepala sekolah itu vital, ibarat nahkoda kapal yang membawa masa depan generasi.

"Saya minta kepada seluruh kepala sekolah untuk membangun budaya antikorupsi, meningkatkan kedisiplinan, dan mengelola anggaran BOS secara transparan serta akuntabel sesuai ketentuan, sehingga terhindar dari penyalahgunaan anggaran," tegas Sutjidra. 

Ia menginstruksikan setiap rupiah dana pendidikan harus sampai ke tujuan. Dalam hal ini untuk peningkatan kualitas pendidikan peserta didik. Bukan malah "bocor" di jalan.

Sebagai informasi, Buleleng punya 758 sekolah dari PAUD sampai SMP. Untuk memastikan tata kelola yang baik ini berjalan, Pemkab Buleleng juga telah melakukan rotasi dan penyegaran kepala sekolah.

Namun, bukan hanya soal korupsi. Bupati Sutjidra juga menyoroti masalah yang tak kalah mengkhawatirkan. Yakni rendahnya kemampuan literasi siswa SMP yang masih banyak belum lancar membaca. 

Ia meminta para kepala sekolah dan guru untuk lebih aktif mendampingi siswa, khususnya dalam menguasai kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. 

“Ini penting, karena kemampuan dasar inilah yang jadi kunci masa depan anak-anak kita,” tegas Sutjidra.

Tak berhenti di situ, isu Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) juga jadi perhatian serius. 

Sutjidra menginstruksikan agar proses seleksi dilakukan objektif, transparan, dan tanpa diskriminasi.

"Saya minta kepada seluruh kepala satuan pendidikan untuk menjaga integritas dalam proses penerimaan murid baru. Jangan sampai ada tindakan yang melanggar hukum dan mencederai kepercayaan masyarakat," tambahnya. 

Instruksi Sutjidra merupakan peringatan keras agar tidak ada praktik jual beli kursi, pungutan liar, ataupun gratifikasi dalam bentuk apa pun. Pendidikan harus jadi hak semua anak.

Di bidang lingkungan, Sutjidra juga mendorong agar semua sekolah aktif menjaga kebersihan.

Melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis sumber, mengurangi plastik sekali pakai, dan bahkan membentuk Bank Sampah Unit (BSU). 

Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah TK, SD, dan SMP di Buleleng. Adapun narasumber yang menjadi pembicara melibatkan unsur Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng, Kejaksaan Negeri Buleleng, dan Polres Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#antikorupsi #kepala sekolah #spmb #inspektorat #Nahkoda #bupati #calistung #bos #Nyoman Sutjidra #pendidikan #korupsi #sekolah #buleleng #literasi #membaca #sosialisasi