RadarBuleleng.id - Komoditas kakao yang dihasilkan para petani Bali, cukup diminati di kancah internasional.
Buktinya, seorang petani di Tabanan berhasil mengolah kakao menjadi komoditas cokelat yang menembus pasar ekspor.
Petani itu adalah Kadek Surya Prasetya Wiguna. Pria asal Desa Cau, Tabanan itu telah memasarkan produk cokelat dengan nama Cau Chocolate.
Bahkan cokelat yang ia pasarkan sudah terjual hingga Amerika, Inggris, Jepang, dan Australia.
Saat ini, Surya menghasilkan empat jenis produk olahan cokelat. Masing-masing adalah Powder, Butter, Nibs dan Chocolate Block (batang).
"Yang tembus pasar ekspor itu semua produk olahan dari kakao,” ujarnya.
Baca Juga: Peralihan Musim, Waspada Serangan Hama Pada Tanaman Kakao
Surya mengatakan, dirinya baru berhasil mengirim produk sebanyak satu ton setiap tahunnya. Dominan yang dikirim adalah cokelat dalam bentuk batangan dan nibs.
Ia menyebut pasar cokelat di internasional sedang terbuka lebar. Apalagi harga kakao tengah melambung tinggi. Berkisar antara Rp 160 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram.
Bahkan, menurut Surya, Cau Chocolate kini sedang kesulitan menyerap kakao untuk produk olahan cokelat.
"Ya harapan kami petani di Tabanan banyak dalam pengembangan pertanian kakao. Karena sangat diminati untuk ekspor dan kepentingan pasar oleh-oleh di Bali," ujarnya. (*)
Baca Juga: Petani Kakao di Bali Tersenyum, Harga Jual Melambung Tinggi
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya