SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Harga sejumlah komoditas pangan di Buleleng mulai mengalami lonjakan.
Salah satunya cabai. Kini harga cabai tembus Rp 100 ribu per kilogram. Bahkan mencapai Rp 120 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai diduga dipicu minimnya pasokan akibat pengaruh cuaca. Ditambah tingginya permintaan jelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri.
Minggu (2/3/2025) pagi, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna melakukan pemantauan harga komoditas pokok di pasar tradisional.
Dalam pantauan tersebut, Sutjidra mengakui terjadi kenaikan harga komoditas pokok. Namun disebut masih dalam batas wajar.
"Ada yang turun, ada yang naik tapi tidak terlalu signifikan. Artinya masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Ia menyebut kenaikan harga komoditas yang tidak terkontrol, bisa memicu inflasi. Sehingga mengakibatkan perekonomian terganggu.
Selain memantau harga komoditas, Sutjidra dan Supriatna juga memantau pemanfaatan lapak di Pasar Banyuasri. Khususnya di lantai dua.
Saat ini, pemanfaatan kios di lantai dua sangat rendah. Hanya sekitar 10 persen kios saja yang beroperasi.
Sutjidra menginstruksikan jajaran direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng mengatur pemanfaatan ruang tersebut. Sehingga lebih optimal.
"Direksi sudah ada rencana-rencana untuk memanfaatkan ruang-ruang yang terbuka yang ada di lantai 2 itu,” imbuhnya.
Selain itu, pasangan Sutjidra dan Supriatna juga berencana melakukan penataan lebih lanjut kepada pedagang bermobil di Pasar Anyar.
Ia juga berniat mengatur kembali terkait keberadaan pasar tumpah yang ada di Pasar Banyuasri. Menurutnya, aktivitas jual beli idealnya terjadi di dalam bangunan pasar, bukan di luar bangunan.
"Nanti akan kami pikirkan bagaimana pemanfaatan ruang-ruang yang masih kosong untuk kegiatan-kegiatan ini. Nanti kita optimalkan," kata Sutjidra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya