RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025) membawa bencana.
Banjir bandang dan longsor melanda Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Jembrana, menelan korban jiwa sedikitnya sembilan orang.
Tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku mencari korban lain yang dilaporkan hilang.
Pagi Rabu sekitar pukul 09.40 WITA, warga dihebohkan dengan penemuan jasad pria tanpa identitas di Bendungan Muara Nusa Dua, Badung. Diduga kuat korban hanyut terbawa arus deras dan gagal menyelamatkan diri.
Tak lama berselang, sekitar pukul 12.00 Wita, giliran jasad seorang perempuan ditemukan tersangkut di Tukad Klecung, Kerobokan Kelod, Kuta Utara.
Korban diperkirakan hanyut dari kawasan Kerobokan Tengah sebelum terbawa arus ke lokasi tersebut. Evakuasi dilakukan tim BPBD Badung.
Musibah lebih memilukan terjadi di kawasan pertokoan Kumbasari, Denpasar Barat. Hujan deras membuat bangunan toko ambruk dan menimbun sejumlah orang.
Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan peristiwa itu.
“Ada enam orang tertimpa reruntuhan, dua berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya meninggal dunia,” jelasnya.
Dua korban selamat adalah Muis dan anak lelakinya, Ousay. Keduanya berhasil ditarik keluar dari reruntuhan Toko Kain Centrum dalam kondisi hidup.
Namun, istri Muis, Nadira, serta anak perempuannya, Maimunah, tewas tertimbun.
Dari toko lain, Toko Kain Tasnim, dua korban ditemukan meninggal, yakni pemilik toko, Tasnim, dan rekannya, Parwa Husein.
Tak hanya itu, tiga pedagang di sekitar lokasi juga ikut menjadi korban. Satu orang, Ni Wayan Lenyot, ditemukan tak bernyawa.
Sebanyak dua orang pedagang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Tim gabungan menggunakan alat berat untuk mempercepat evakuasi, sementara kawasan sekitar dipasangi garis polisi untuk mengantisipasi runtuhan susulan.
Bencana juga menghantam Jembrana. Hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa malam memicu banjir di hampir seluruh kecamatan. Akibatnya, dua warga tewas dalam kejadian terpisah.
Korban pertama adalah Nita Kumalasari, 23, warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Saat berboncengan motor bersama suaminya, Bilal Ahmad, 27, di jalan Dusun Munduk, keduanya terseret arus deras sekitar pukul 02.30 WITA.
Motor mereka tersapu banjir. Bilal berhasil selamat, namun Nita ditemukan meninggal dunia tak jauh dari lokasi kejadian. Lebih memilukan, perempuan muda ini sedang hamil dua bulan.
Korban kedua, I Komang Oka Sudiastawa, 38, warga Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya.
Ia tersengat listrik saat mencoba membuka pagar rumahnya yang terendam banjir pada Rabu dini hari.
Diduga korban menyentuh kabel listrik yang putus akibat derasnya arus air. Ia ditemukan mengambang di depan rumahnya sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
Kepala BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban meninggal karena tersengat listrik saat banjir. Kami menghimbau warga tetap waspada terhadap arus dan kabel listrik saat banjir,” jelasnya.
Hingga Rabu sore, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban hilang, terutama di lokasi runtuhan bangunan Kumbasari dan sejumlah titik banjir di Jembrana. Relawan bersama aparat terus menyisir dengan perahu karet dan alat berat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, BNPB terus memantau banjir yang terjadi di Bali.
Wilayah terdampak banjir berada di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar.
Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9/2025), ada 103 kepala keluarga (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana.
Selain itu, BNPB mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, musala Assidiqie 40 jiwa dan musala Darul Mustofa 25 jiwa.
Sedangkan di Kabupaten Klungkung, sebanyak 104 KK (432 jiwa) jiwa terdampak.
Sementara itu, untuk wilayah lain masih dalam proses pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Melihat pemantauan potensi cuaca, wilayah Bali pada hari ini (10/9/2025) hingga pukul 16.00 WITA masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
Peringatan dini cuaca teridentifikasi berada di beberapa wilayah Bali, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Kota Denpasar.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang.
Bencana banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Selain menelan korban jiwa, kerugian material juga diperkirakan sangat besar, terutama di pusat perdagangan Denpasar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya