Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Evakuasi Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Temukan Satu Jenazah di Selat Bali

Fredy Rizki Manunggal • Minggu, 1 Februari 2026 | 16:25 WIB

 

ANGKAT BANGKAI KAPAL: Proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di selat Bali beberapa waktu lalu. Pengangkatan dilakukan kapal crane BC Pioner 88.
ANGKAT BANGKAI KAPAL: Proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di selat Bali beberapa waktu lalu. Pengangkatan dilakukan kapal crane BC Pioner 88.

RadarBuleleng.id - Upaya pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali membuahkan temuan satu jenazah korban tenggelam. 

Jenazah ditemukan pada Minggu (1/2/2026) pagi, bersamaan dengan proses pengangkatan bangkai kapal menggunakan crane.

Jenazah tersebut langsung dievakuasi dari atas kapal crane menuju Posko Satpolairud, sebelum dibawa ke kamar jenazah RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk penanganan lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun, jenazah ditemukan setelah salah satu kendaraan yang berada di dalam kapal berhasil diangkat ke permukaan. 

Korban ditemukan di dalam kendaraan tersebut dalam kondisi relatif utuh. Petugas juga menemukan dompet dan telepon genggam yang masih melekat di tubuh korban.

Dari identitas sementara yang diperoleh di lokasi, jenazah diduga merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya bernama Wayan Tedja. Namun demikian, aparat kepolisian belum dapat memastikan identitas korban secara resmi.

Proses identifikasi masih menunggu kedatangan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. 

Sementara itu, kabar penemuan jenazah tersebut cepat menyebar dan membuat keluarga korban berdatangan ke RSUD Blambangan untuk mencari kepastian.

Direktur Polisi Perairan (Dirpolair) Polda Jawa Timur, Kombes Arman Asmara Syarifuddin, membenarkan adanya temuan satu jenazah dalam proses evakuasi bangkai kapal tersebut.

“Untuk sementara korban sudah berada di kamar jenazah RSUD Blambangan sambil menunggu tim DVI Polda Jatim melakukan identifikasi,” ujarnya.

Arman menegaskan, proses pencarian dan evakuasi korban akan terus dilakukan seiring berjalannya pengangkatan bangkai kapal. 

Dalam operasi tersebut, Satpolairud menyiagakan sedikitnya 32 personel untuk patroli dan pengamanan di sekitar lokasi.

“Selain pengamanan, patroli juga difokuskan untuk evakuasi apabila kembali ditemukan korban selama proses pengangkatan berlangsung,” jelasnya.

Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berlangsung sejak Senin (26/1/2026) lalu. Hingga kini, proses pengangkatan bangkai kapal masih terus berlangsung. 

Untuk mempercepat proses, bangkai kapal yang berada di dasar laut diangkat secara bertahap dengan metode penjagalan atau pemotongan sebelum dinaikkan ke permukaan menggunakan kapal crane BC Pioner 88.

Selama proses evakuasi, seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi tenggelam dilarang mendekat. 

Larangan tersebut tertuang dalam Notice to Marine (NtM) Nomor PG-KSOP.TG.WI. 2 Tahun 2026 tertanggal 29 Januari 2026 yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi.

Dalam pemberitahuan tersebut, KSOP Tanjung Wangi menetapkan zona terbatas di sekitar titik koordinat 08°09’33,11” Lintang Selatan dan 114°29’52,03” Bujur Timur, yang menjadi pusat kegiatan evakuasi bangkai kapal.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Capt Purgana menjelaskan, seluruh kapal diminta mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, menjaga komunikasi radio, serta mematuhi arahan petugas patroli selama melintas di sekitar lokasi.

“Area kerja kami amankan dengan kapal patroli dan tanda pengaman sementara seperti buoy atau marker agar mudah dikenali oleh kapal lain,” katanya.

Ia menambahkan, proses pengangkatan bangkai kapal diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Metode bertahap dipilih menyesuaikan kondisi arus laut dan tingkat kesulitan di dasar perairan.

“Bagian kapal, kendaraan, dan material lain diangkat lebih dulu untuk mencegah terseret arus laut dan membahayakan kabel bawah laut,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rsud blambangan #banyuwangi #abk #selat bali #crane #kepolisian #KMP Tunu Pratama Jaya #polda jawa timur #bangkai kapal #tenggelam #dvi #jenazah